Ketua Komisi II Disebut Dendam Karena Tidak Dipinjamkan Bus, Fathullah: Tidak Ada Kaitannya

Endi Dwi Setyo
240 view
Ketua Komisi II Disebut Dendam Karena Tidak Dipinjamkan Bus, Fathullah: Tidak Ada Kaitannya
Foto: Endi Dwi Setyo
Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru, H Fathullah SH MH

PEKANBARU, datariau.com - Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru H Fathullah mengakui dan membenarkan adanya pengusiran terhadap Direktur Utama PT Transportasi Pekanbaru Madani (TPM) Azmi ST MT yang dilakukan dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang berlangsung, Selasa (23/11/2021).

"Tadi kita (Komisi II) minta keterangan, satu pun tidak ada yang menjawab. Jadi untuk apa kita hearing dengan dia. Ya, lebih baik kita usir saja dia. Emang ada pengusiran karena dia tidak menjawab pertanyaan yang kami lontarkan," kata Fathullah.

Fathullah menjelaskan bahwa agenda dalam rapat Komisi II DPRD yakni membahas tentang perkembangan yang dilakukan oleh PT TPM selaku pengelola Bus trans metro Pekanbaru.

Diantaranya, mempertanyakan pendapatan dari pengelolaan bus tersebut. Hal ini guna mencocokkan dengan subsidi yang diberikan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru.

"Kita ingin mengetahui penjelasan pendapatan dari Transmetro. Pendapatan per hari, per minggu dan per bulan. Karena kita mensubsidi ini setiap tahun dan menghabiskan uang negara. Kalau (transmetro) ini tidak menguntungkan, untuk apa kita jalankan," jelasnya.

Fathullah juga membantah dan menepis dugaan yang dilontarkan oleh Dirut PT TPM Azmi yang menyebut bahwa pemanggilan rapat ini ada hubungannya dengan persoalan peminjaman Bus Transmetro Pekanbaru.

"Tidak ada, tidak ada kaitannya. Karena dari dulu kita mempertanyakan pendapatannya berapa, kita ingin tahu sesuai tidak dengan bantuan yang dibantu oleh Pemko Pekanbaru. Kalau tidak, kita minta Walikota agar TMP ini ditutup aja," tegas Politisi Gerindra ini.

Untuk diketahui, Dirut PT TPM Azmi menduga pemanggilan rapat yang dilakukan oleh Komisi II DPRD Pekanbaru tersebut ada hubungannya dengan persoalan peminjaman Bus TMP secara pribadi oleh Ketua Komisi II DPRD H Fathullah beberapa waktu lalu.

"Ini dikaitkan dengan peminjaman mobil secara pribadi ke saya tidak dilayani, dia marah kan parah itu. Mobil Bus TMP dipinjam untuk apa saya tidak tahu, saya sudah disposisi kebawah bantu sesuai kewenangan tapi saya dimarahi sampai menepok meja dan disuruh keluar, apa benar seorang pimpinan seperti itu? Saya keluar, saya ada harga diri. Saya tetap pinjamkan mobil itu tapi disposisinya terlambat. Apakah karena itu saya dipanggil hearing kan tidak pas itu mungkin kerena itu," ungkap Azmi. (end)

Penulis
: Endi Dwi Setyo