SMM PANEL INDO

Ironi Pelayanan Kesehatan Pekanbaru: Puskesmas Rusak, Anggaran Rehab Tak Disiapkan

datariau.com
150 view
Ironi Pelayanan Kesehatan Pekanbaru: Puskesmas Rusak, Anggaran Rehab Tak Disiapkan
Foto: Endi
Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Tekad Indra Pradana Abidin.

PEKANBARU, datariau.com - Komisi III DPRD Kota Pekanbaru menyoroti belum adanya anggaran khusus untuk rehabilitasi dan perbaikan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Pekanbaru 2027.

Sorotan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Tekad Indra Pradana Abidin, usai mengikuti rapat bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru, Rabu (19/8/2026).

Tekad mengatakan, kondisi sejumlah puskesmas di Kota Pekanbaru saat ini sudah cukup memprihatinkan. Padahal, puskesmas merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama sekaligus ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.

"Kita menyoroti tidak adanya anggaran rehab ataupun perbaikan terhadap puskesmas yang ada di Kota Pekanbaru. Kita punya 21 puskesmas dan menurut kami banyak yang sudah tidak layak, apalagi ada yang tidak pernah direhab," kata Tekad.

Baca juga:Kasus DBD Tembus 534, DPRD Pekanbaru Desak Dinkes Bergerak Cepat


Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Komisi III yang membidangi kesehatan akan memperjuangkan agar anggaran rehabilitasi puskesmas dapat dimasukkan dalam pembahasan bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Pekanbaru.



Tekad mengusulkan agar setiap puskesmas mendapatkan alokasi anggaran khusus untuk pemeliharaan dan perbaikan bangunan secara rutin.

“Boleh rata-rata Rp200 juta per puskesmas, tetapi memang dialokasikan khusus untuk rehab, bukan untuk kebutuhan lainnya,” ujarnya.

Baca juga:Layanan BPJS Dikeluhkan Masyarakat, Komisi III DPRD Pekanbaru Langsung Adakan Rapat


Politisi PDI Perjuangan tersebut menilai kondisi fisik bangunan puskesmas tidak boleh diabaikan karena berkaitan langsung dengan kenyamanan masyarakat serta kualitas pelayanan kesehatan.

"Namanya bangunan tentu perlu diperbaiki. Tidak elok juga kalau puskesmas di Pekanbaru sudah bocor, tidak bersih dan tidak layak," tegasnya.

Ia bahkan mengungkapkan terdapat puskesmas yang tingkat kerusakannya sudah cukup tinggi. Salah satunya Puskesmas Langsat yang disebut memiliki tingkat kerusakan sekitar 67 persen.

"Katanya ada salah satu puskesmas yang kondisinya sangat memprihatinkan. Tingkat kerusakannya sudah di atas 65 persen, bahkan sekitar 67 persen. Itu di tengah kota," ungkap Tekad.

Baca juga:Reses Tekad Abidin di Tengkerang Barat, Drainase Buruk di Belakang RSIA Andini dan Hotel Royal Asnof Dikeluhkan Warga


Tekad menyadari kondisi fiskal daerah menjadi salah satu tantangan dalam penyediaan anggaran. Namun, menurutnya, keterbatasan fiskal tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan perawatan fasilitas kesehatan yang digunakan masyarakat setiap hari.

Terlebih, dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat untuk rehabilitasi puskesmas saat ini dinilai masih minim. Karena itu, Pemko Pekanbaru dinilai perlu memiliki skema pembiayaan rutin dari APBD untuk memastikan kondisi bangunan puskesmas tetap layak.

"Kalau belum mampu besar, mungkin bisa dimulai Rp200 juta per puskesmas. Yang penting rutin setiap tahun diberikan untuk perbaikan," pintanya.

Baca juga:Reses Tekad Indra di Marpoyan Damai, Terungkap Honor Kader Posyandu Hanya Rp100.000 per Bulan

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)