Reses Tekad Abidin di Tengkerang Barat, Drainase Buruk di Belakang RSIA Andini dan Hotel Royal Asnof Dikeluhkan Warga

datariau.com
56 view
Reses Tekad Abidin di Tengkerang Barat, Drainase Buruk di Belakang RSIA Andini dan Hotel Royal Asnof Dikeluhkan Warga
Foto: Endi
Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PDI Perjuangan, Tekad Indra Pradana Abidin ST MEng, saat reses di Kelurahan Tengkerang Barat, Sabtu (11/4/2026).

PEKANBARU, datariau.com - Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PDI Perjuangan, Tekad Indra Pradana Abidin ST MEng, menampung berbagai aspirasi masyarakat saat melaksanakan kegiatan reses di Kelurahan Tengkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Sabtu (11/4/2026).

Warga antusias menyampaikan keluhan kepada Anggota DPRD Pekanbaru Dapil Marpoyan Damai tersebut dalam agenda reses kedua masa sidang kedua tahun 2025/2026.

Permasalahan drainase menjadi keluhan utama warga, khususnya di kawasan Jalan Todak dan sekitarnya.

Tekad mengungkapkan, warga di RW 04 RT 02 dan RT 06 banyak mengeluhkan kondisi box culvert yang sudah tidak berfungsi optimal. Hal ini karena posisi box culvert lebih rendah dari badan jalan, sehingga air tidak bisa mengalir dengan baik.

“Banyak box culvert yang menghubungkan Jalan Todak ke jalan-jalan kecil seperti Jalan Gambolo, Jalan Kepiting dan Jalan Piranha itu sudah lebih rendah dari jalan. Akibatnya air tidak mengalir dan sering tersumbat sampah,” jelas Tekad.

Kondisi serupa juga terjadi pada saluran yang menghubungkan Jalan Duyung ke Jalan Todak. Menurutnya, banyak drainase di kawasan tersebut tidak lagi berfungsi sehingga memicu genangan air saat hujan.

Selain itu, warga juga mengeluhkan belum adanya drainase di salah satu sisi Jalan Beledang yang menjadi penghubung antara Jalan Todak dan Jalan Duyung.

“Warga berharap box culvert ini bisa dibongkar dan diganti dengan yang lebih besar agar aliran air kembali lancar,” ujarnya.


Keluhan lebih serius disampaikan warga di RW 05 RT 01, tepatnya di belakang RSIA Andini dan Hotel Royal Asnof. Di lokasi ini, sistem drainase dinilai sangat buruk karena air hanya berputar-putar di lingkungan tersebut tanpa saluran pembuangan ke luar.

“Drainasenya tidak terhubung ke Jalan Todak, Jalan Nangka, maupun Jalan Paus. Akibatnya air hanya berputar di situ saja, bahkan sudah seperti kolam, airnya hijau dan kumuh,” ungkap Tekad.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)