Gerakan Rakyat Kampar Pertanyakan Kasus HAM ke Polda Riau

913 view
Gerakan Rakyat Kampar Pertanyakan Kasus HAM ke Polda Riau
Aksi massa Gerakan Rakyat Kampar. (foto: pwt)
PEKANBARU, datariau.com - Dalam rangka memperingati hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional yang jatuh setiap tanggal 10 Desember, puluhan massa dari Gerakan Rakyat Kampar (Gerak) mendatangi Mapolda Riau. Kedatangan massa ini mempertanyakan kasus-kasus dugaan pelanggaran HAM yang selama ini terjadi di Riau.

Menurut Koordinator Lapangan, Rahmat Yani mengatakan bahwa kasus terbaru yang masih segar diingatan adalah kasus penganiayaan terhadap seorang wartawan oleh oknum Polisi pada acara Kongres HMI di Pekanbaru baru-baru ini.

"Kita mempertanyakan sampai dimana kasus pemukulan terhadap jurnalis ini berjalan, kita minta diusut tuntas dan kepada Polda Riau segera memecat anggotanya yang telah menyiksa rakyat. Jurnalis memiliki peran penting menyampaikan informasi ke publik dan juga mitra pihak kepolisian, tetapi atas insiden pemukulan terhadap jurnalis kemeren kita sangat prihatin dan harus diusut tuntas," ungkapnya dalam orasi di depan Mapolda Riau, Kamis (10/12/2015).

Selain menyinggung kasus pemukulan terhadap jurnalis, Gerak juga menyiggung kasus pemukulan warga Kampar Nur Hasmi yang diduga dilakukan oleh istri bupati Kampar Eva Yuliana beberapa waktu lalu.

"Yang kedua, di momentum peringatan hari HAM Internasional ini, kita juga mempertanyakan kasus pemukulan warga Kampar yakni Nur Hasmi, sampai dimana kasus tersebut, sampai dua tahun ini kenapa mendap dan terkesan dipeti-eskan oleh Mapolda Riau, kita pertanyakan kemana hak azasi manusia kalian letakkan, seharusnya kasus pemukulan ini sudah tuntas tapi hari ini tidak kami rasakan," teriak massa.

Massa meminta Polda Riau tegas dalam pengakan hukum serta menuntaskan berbagai kasus yang terjadi di Riau, baik kasus korupsi serta yang lainnya. "Koruptor dan penganiayaan rakyat sama dengan melanggar hak azasi, katanya HAM dilindungi oleh hukum, tapi hari ini kita sebut itu bohong dan pengkhianat," pungkas massa.

Orasi ini berlangsung singkat dan dikawal ketat aparat kepolisian. Usai menyampaikan orasi, massa membubarkan diri dengan tertib.

Jangan ketinggalan perkembangan berita ini. Klik (Disini) atau (Disini)

(pwt)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)