SMM PANEL INDO

Banyak Lampu PJU Mati dan Dicuri, DPRD Pekanbaru Ingatkan Jangan Sampai Uang APBD Mubazir Sia-sia

datariau.com
166 view
Banyak Lampu PJU Mati dan Dicuri, DPRD Pekanbaru Ingatkan Jangan Sampai Uang APBD Mubazir Sia-sia
Ilustrasi. (Foto: OpenAI)
Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Rois SAg, meminta Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat pengawasan terhadap fasilitas PJU yang tersebar di berbagai wilayah kota.

PEKANBARU, datariau.com - Banyaknya lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mati dan sejumlah komponen yang dicuri menjadi perhatian DPRD Kota Pekanbaru.

Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Rois SAg, meminta Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat pengawasan terhadap fasilitas PJU yang tersebar di berbagai wilayah kota. Menurutnya, jangan sampai fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) justru berulang kali mengalami kerusakan atau kehilangan komponen.

Rois mengatakan, persoalan PJU yang mengalami gangguan hingga padam masih terjadi di sejumlah titik. Bahkan, beberapa kasus pencurian komponen PJU disebut telah berhasil diungkap dan pelakunya ditangkap.

"Untuk PJU mengalami beberapa kali trouble atau mati, padam segala macamnya. Yang merasakan itu masyarakat itu sendiri. Nah, beberapa kali sudah tertangkap pelakunya," kata Rois, Selasa (22/9/2026).

Baca juga:Warga Marpoyan Damai Keluhkan Lampu Jalan Padam, Faisal Islami Desak Pemko Pekanbaru Segera Lakukan Perbaikan


Menurut politisi PKS ini, penanganan pencurian PJU tidak cukup hanya dengan menangkap pelaku. Proses hukum terhadap pelaku juga perlu dilakukan secara serius agar memberikan efek jera dan mencegah aksi serupa kembali terjadi.

"Tentu kita minta keseriusan pihak-pihak terkait untuk memproses atau memberikan efek jera. Itu yang harus dilakukan," sebutnya.

Dishub, PLN dan Polisi Diminta Bersinergi


Rois menilai pengawasan terhadap PJU tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi. Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, PLN dan aparat keamanan meningkatkan koordinasi untuk menjaga fasilitas penerangan jalan tersebut.

"Kepada OPD terkait, dalam hal ini Dinas Perhubungan maupun langsung ke PLN-nya itu harus ada kerja sama. Terus juga merangkul sisi-sisi yang lain termasuk pihak keamanan, baik itu kepolisian maupun dari yang lain-lain. Harus ada patroli yang dilakukan secara berkala," ujarnya.

Baca juga:Reses di Tangkerang Selatan, Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Tengku Azwendi Serap Aspirasi Warga Berkaitan Jalan Rusak, Lampu PJU hingga Penataan Lingkungan


Menurutnya, patroli berkala bukan hanya penting untuk mencegah pencurian, tetapi juga untuk memastikan kondisi PJU di lapangan. Jika ditemukan kerusakan atau komponen yang hilang, penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Rois juga menyoroti anggaran yang telah dialokasikan Pemerintah Kota Pekanbaru untuk PJU. Ia mengatakan anggaran yang cukup besar harus dibarengi dengan pengawasan yang maksimal.

"Karena Pemerintah Kota Pekanbaru setahu saya sudah menganggarkan, tahun ini kayaknya besar anggarannya di PJU itu. Tapi kalau dalam pengawasannya nggak maksimal, bentar-bentar ada laporan hilang, kan ini dipertaruhkan wajah Pekanbaru," tegasnya.

Baca juga:Warga Padang Terubuk Apresiasi Aidhil Nur Putra, Usulan PJU Saat Reses Berhasil Direalisasikan


Jangan Sampai APBD Mubazir


Rois mengingatkan, PJU merupakan fasilitas publik yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, terutama pada malam hari. Ketika lampu PJU sering mati, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu penerangan jalan, tetapi juga membuat wajah Kota Pekanbaru terlihat gelap.

"Wajah Pekanbaru kok gelap, wajah Pekanbaru kok sering mati lampu. Jadi APBD kesannya sia-sia. Orang sudah membayar pajak, sementara pengawasan ataupun pelaksanaan di lapangan itu selalu terjadi masalah," cetus Rois.

Karena itu, ia meminta Pemko Pekanbaru tidak hanya bergerak setelah terjadi pencurian maupun kerusakan. Langkah pencegahan harus diperkuat melalui pengawasan rutin dan patroli di titik-titik yang rawan.

Baca juga:Lampu Penerangan Jalan Banyak Mati, Wakil Ketua DPRD Minta Pemko Pekanbaru Segera Perbaiki


Rois menilai persoalan berulangnya gangguan PJU salah satunya berkaitan dengan koordinasi antarinstansi yang perlu diperbaiki.

"Menurut saya karena kurangnya koordinasi. Jadi kalau diseriusi, baik itu dinas berhubungan dengan PLN-nya langsung, kemudian dengan pihak-pihak keamanan memang bersinergi, Insyaallah kondisi ini bisa diminimalisir," tutupnya. (end)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)