Banjir Semakin Parah, DPRD Pekanbaru Usulkan Pembuatan Kolam Resapan di Setiap RW

datariau.com
194 view
Banjir Semakin Parah, DPRD Pekanbaru Usulkan Pembuatan Kolam Resapan di Setiap RW
Foto: Endi
Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Rois SAg.

PEKANBARU, datariau.com - Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Rois SAg mendesak Pemerintah Kota Pekanbaru segera melakukan kajian menyeluruh untuk mengatasi banjir yang hampir terjadi di seluruh wilayah Kota Pekanbaru.

Kata Rois, banjir kini menjadi persoalan serius yang dirasakan masyarakat hampir di setiap RT/RW. Ditambah lagi, keluhan banjir juga menjadi aspirasi paling banyak disampaikan saat dirinya turun reses ke daerah pemilihan (dapil) beberapa waktu lalu.

Untuk itu, ia mengusulkan Pemko Pekanbaru melalui dinas terkait seperti Dinas Perkim, Dinas PUPR, hingga Dinas Pertanahan menyiapkan perencanaan teknis atau Detail Engineering Design (DED) pembangunan kolam resapan tiap RW.

"Banjir saat ini hampir merata terjadi di setiap RT RW. Waktu reses banyak yang ngeluh bahkan di medsos juga banyak postingan banjir. Saya usul supaya masalah banjir ini dikaji oleh teman-teman Pemko Pekanbaru. Entah itu Perkim, PU atau bahkan Pertanahan, dibuatlah DED-nya kira-kira secara regulasi aturan boleh apa tidak dibuat kolam-kolam resapan di tiap RW," ujar Rois, Senin (20/4/2026).

Politisi PKS ini menilai konsep kolam resapan per RW tersebut lebih realistis dibandingkan pembangunan waduk atau embung skala besar yang terkendala keterbatasan lahan di tengah kota.

“Kalau waduk atau embung skala besar itu sulit karena lahan terbatas di tengah kota. Tapi kalau dipecah per RW, kemungkinan itu lebih efektif,” katanya.

Rois menyarankan pembangunan kolam resapan dilakukan secara bertahap setiap tahun. Dengan begitu, dalam kurun waktu lima tahun, seluruh wilayah di Pekanbaru bisa memiliki kolam resapan.

Menurutnya, kolam resapan tersebut akan membantu menampung air hujan sebelum meluap ke permukiman warga, sehingga dapat mengurangi risiko banjir.

“Ya, bisa diangsur. Tahun ini beberapa RW, tahun depan ditambah lagi. Jadi ada target dalam lima tahun ke depan,” tambahnya.

Selain itu, Pemko Pekanbaru diminta lebih gencar menggalakkan masyarakat untuk membuat biopori, khususnya di rumah-rumah yang masih memiliki halaman.

“Biopori ini penting supaya air bisa terserap ke tanah. Jadi tidak semuanya langsung mengalir ke jalan atau drainase,” ucapnya.

Ia juga menegaskan perlunya tindakan tegas terhadap bangunan ruko yang tidak menyediakan atau tidak mengaktifkan sistem drainase. "Ruko-ruko bandel itu diberi sanksi bagi yang tidak mau menghidupkan drainasenya," tegas Rois. (end)

Tag:Banjir
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)