Sat Reskrim Dikerahkan Usut Pelaku Pelemparan Batu yang Membuat Kepala Kapolresta Pekanbaru Berdarah

datariau.com
2.575 view
Sat Reskrim Dikerahkan Usut Pelaku Pelemparan Batu yang Membuat Kepala Kapolresta Pekanbaru Berdarah
Ist.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto saat kepalanya diperban karena darah bercucuran usai terkena lemparan batu massa.

PEKANBARU, datariau.com - Aksi demo mahasiswa di DPRD Riau berujung anarkis, korbannya Kapolresta Pekanbaru yang ikut mengamankan aksi bersama para personil, mengalami cedera dilempari batu, Jumat sore kemarin.

 

Atas aksi ini, Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edy Sumardi mengutuk keras aksi pelemparan batu hingga mengenai kepala orang nomor satu di Kepolisian Kota Pekanbaru yakni Kompol Susanto, lemparan batu itu membuat kepala Kapolresta berdarah.

 

"Saya ikut prihatin dan mengecam aksi anarkis ynng dilakukan massa tadi sore, dan saya perintahkan jajaran Sat Reskrim untuk mencari pelaku pelemparan dan meminta pertanggungjawaban Korlap Massa atas aksi pelemparan batu tersebut," kata AKBP Edy Sumardi, Jumat malam.

 

AKBP Edy yang dikenal ramah dan dekat dengan masyarakat ini terlihat marah beaar atas aksi brutal mahasiswa yang telah melukai kepala Kapolresta Pekanbaru.

 

"Gak boleh brutal begitu dong. Masak mahasiswa begitu?," ujar mantan Kapolres Kampar yang dikenal sukses mengamankan kebakaran lahan di Riau itu mengingatkan, agar aksi serupa tidak terulang.

 

Seperti diketahui, Kapolresta Pekanbaru Kombes Polisi Susanto mengalami cedera di bagian kepala akibat lemparan batu yang diduga dilemparkan pengunjuk rasa mahasiswa BEM Se Riau dalam rangka memperingati 3 tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Aksi dilakukan di depan Kantor DPRD Riau, Jalan Jendral Sudirman, Pekanbaru, Jumat (20/102017) sekitar pukul 15.00 WIB hingga maghrib.

 

Dalam aksi itu jumlah massa sekitar 700 orang, dipimpin Korlap Alfian Tanjung dari BEM Universitas Riau. Mereka menuntut Jokowi-JK mundur dari jabatannya karena dinilai gagal menjalankan Pemerintah RI.

 

Ratusan personel kepolisian Polresta Pekanbaru dipimpin Kapolresta mengamankan unjuk rasa ini. Tak hanya Kapolresta, Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edy Sumardi Priadinata SIK juga ikut mengamankan aksi mahasiswa ini.

 

Sekitar pukul 14.00 WIB massa mulai berdatangan dan melakukan orasi di depan Gedung DPRD Riau dengan membentangkan spanduk yang bertuliskan: Turunkan Jokowi – JK, Mana Janji Manismu, Jokowi Antek Asing, Cabut Mandat Presiden Jokowi – JK, Penuhi Hak Perempuan dan Anak.

 

Mahasiswa juga membawa seekor kambing yang di lehernya bertuliskan MR. Presiden. Kemudian massa berusaha masuk ke halaman DPRD Riau dan membakar ban mobil di tengah jalan.

 

Sekitar pukul 16.00 wib Wakil Ketua DPRD Riau Kordias Pasaribu SH MH dari Fraksi PDIP mendatangi massa aksi, namun mahasiswa minta dan memaksa masuk ke dalam halaman DPRD Riau dengan alasan untuk melaksanakan shalat Ashar, namun tidak mendapat izin karena situasi dianggap tidak kondusif.

 

Selanjutnya mahasiswa berusaha masuk dan dilakukan pengamanan oleh Polresta Pekanbaru sehingga terjadi aksi dorong-dorongan serta terjadi pelemparan dari massa dan diduga menggunakan batu mengenai bagian kepala Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto, yang mengakibatkan luka dan dilarikan ke RS Bhayangkara untuk pengobatan.

 

Pukul 17.05 Wib, massa aksi melakukan Sholat Ashar dan melaksanakan aksi kembali ke titik aksi dan melakukan sidang rakyat Riau. Mendekati maghrib mahasiswa membubarkan diri.

Penulis
: Mirdas Aditya
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)