Pelaku Penyerangan Pos Polisi dan Penusukan Kapolres Masih Dirawat

datariau.com
1.377 view
Pelaku Penyerangan Pos Polisi dan Penusukan Kapolres Masih Dirawat
Sindonews.com
Pelaku saat dirawat karena pahanya ditembak polisi usai ia melakukan penusukan dan melukai 5 polisi termasuk Kapolres.

JAKARTA, datariau.com - Mabes Polri menyatakan pelaku penyerangan Pospol Lalu Lintas di Tangerang hanya seorang diri. Meski demikian kepolisian masih melakukan olah TKP guna mengetahui apakah ada orang lain yang membantu pelaku dalam aksi penyerangan tersebut.

"Saat ini pelaku (SA) tengah melakukan perawatan di RS Kramat Jati. Kita duga dalam hal ini adalah pelaku tunggal," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (20/10/2016).

Boy menuturkan, saat ini polisi sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Karena menurut informasi dan barang bukti ditemukan ada indikasi yang mengarah pada temuan baru yaitu tindakan bantuan.

"Informasinya ada yang melakukan perbantuan di situ makanya kita lagi olah TKP untuk cari informasi termasuk pengamanan benda dan barang termasuk melihat bekas kejahatan," tuturnya.

Untuk diketahui, dalam aksi penyerangan ini SA melukai sebanyak lima anggota Polisi diantaranya Kapolsek Tangerang Kota Kompol Efendi Iptu Bambang Haryadi, Kanit Dalmas Polres Tangerang, Bripka Sukardi anggota Sat Lantas Polsek Benteng dan Aiptu Agus anggota Sat Lalu Lintas.

Pelaku hingga kini masih dirawat di IGD RS Polri Kramat, Jati, Jakarta Timur. Setibanya di RS Polri, SA langsung dibawa ke dalam ruang IGD dengan pengawalan ketat petugas kepolisian bersenjata lengkap. Hingga kini belum diketahui apakah pelaku sudah dipindahkan ke ruang perawatan atau belum.

Diketahui, pelaku dirujuk ke RS Polri lantaran polisi melumpuhkan dengan cara menembak kedua paha pelaku.

SA ditembak tiga kali oleh polisi karena menyerang dan melukai sejumlah polisi dalam penyerangan di Pospol Lalu Lintas tadi pagi.

Editor
: Riki
Sumber
: Sindonews.com
Tag:Polisi
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)