RENGAT, datariau.com - Persis seperti sinetron di TV, seorang siswi SMP yang masih bau pesing, demi menyelamatkan cintanya rela kabur dari rumah membawa kain-kainnya dan meninggalkan pesan kepada keluarga, agar dia jangan dicari.
Jika selama ini kejadian itu eksis di sinetron-sinetron di TV, kali ini terjadi nyata pada seorang siswi SMP di salah satu desa di Kecamatan Cinaku Inhu, sebut saja nama gadis belia ini L, dia kabur dari rumah diketahui keluarga pada Subuh sekitar pukul 5.00 WIB, Kamis (11/5/2017), ibu L melihat ke kamar L ternyata anak gadisnya itu sudah tidak ada, dicek SMS ada pesan dari anaknya itu yang meminta keluarga tidak perlu mencarinya.
Atas kejadian ini, abang L, inisial K (21) siangnya sekitar pukul 14.00 wib melaporkan kejadian ini ke Polsek Kuala Cinaku Kabupaten Inhu tetang kehilangan anak (pergi dari rumah). Korban pun diduga telah pergi dari rumah bersama pacar barunya. Hal ini sesuai dengan gelagat gadis kecil itu beberapa hari sebelumnya memang tampak berbeda.
Kemudian anggota unit Reskrim Polsek Kuala Cenaku bersama keluarganya berusaha mencari di sekitar wilayah Desa Sungai Beringin Kecamatan Rengat.
Saat pencarian, L diketahui mengirim SMS kepada temannya agar dijemput di Simpang Sendolas, dia meminta agar dijemput oleh 1 orang. Mengetahui informasi ini, anggota reskrim bersama keluarga korban menunggu di simpang dimaksud.
Tidak lama kemudian korban datang dengan diantar oleh 2 orang laki-laki atas nama R (17) dan Z (16). Tidak buang waktu, mereka kemudian langsung diamankan ke Polsek Kuala Cenaku dan dilakukan introgasi.
Kemudian dalam pengakuannya, dua pria remaja yang tergolong masih ingusan ini mengatakan bahwa mereka telah menyetubuhi L secara bergilir pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.00 WIB saat L kabur dari rumahnya.
"Para pelaku langsung diamankan di Mapolres Rengat setelah berkoordinasi dengan Kanit PPA Polres Inhu," kata Kapolres Inhu AKBP Abas Basuni SIk dikonfirmasi datariau.com melalui Baur Humas Polres Inhu Brigadir Zulfahmi Hendra.
Menurut catatan datariau.com, berita serupa ini sudah ratusan kali dimuat dan dari berbagai daerah. Dimana, anak remaja yang tergolong masih belia teracuni oleh virus pacaran dan menyebabkan kehancuran, ada yang hamil, bahkan nekat menggugurkan kandungannya.
Seharusnya dengan kejadian yang sangat banyak ini, para orangtua lebih waspada lagi, jangan biarkan anak gadis mereka pacaran dan keluyuran tanpa jelas arahnya dan dengan siapa perginya. Di zaman sekarang, orangtua memang harus bekerja keras untuk mengawasi putra putrinya.