DBD Terus Serang Warga, Dewan Minta Plt Kadiskes Evaluasi Para Kabid

Bambang
505 view
DBD Terus Serang Warga, Dewan Minta Plt Kadiskes Evaluasi Para Kabid
Net
Ilustrasi

PEKANBARU, datariau.com -  Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Pekanbaru tahun 2019 ini tercatat sudah 315 kasus. Dua orang  telah meninggal dunia. Peristiwa ini membuat anggota DPRD setempat prihatin.

Oleh karenanya, legislator meminta Dinas Kesehatan Pekanbaru, melakukan  sosialisasi dengan melibatkan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) untuk menuntaskan kasus ini.

"Kejadian ini sungguh memprihatinkan. Padahal, sebenarnya bisa diantisipasi kalau Dinas Kesehatan nya aktif bersosialisasi," ucap Ketua Fraksi Demokrat Tengku Azwendi Fajri, Kamis (15/8/2019).

Menurut Azwendi, seharusnya Dinas Kesehatan setiap tahunnya, atau menjelang musim-musim tertentu harus mempunyai program kampanye kesehatan tentang DBD kepada masyarakat.

"DBD ini penyakit tahunan yang seharusnya bisa ditangani dengan cepat. Caranya dengan sosialisasi perilaku hidup sehat," ujarnya.

Azwendi berkelakar, sejak menjabat anggota DPRD hingga sekarang, penanganan DBD selalu terlambat  diantisapasi. Padahal DBD  bisa diantisapasi jauh-jauh hari.

Disamping itu, Azwendi juga berharap Plt Kepala Dinas Kesehatan yang baru untuk segera mengevaluasi jajarannya, terutama para Kepala Bidang (Kabid) dibagian pengendalian penyakit ini.

"Harus tegas. Kadiskes memang baru, tapi kan ada para kabid yang membidangi masalah ini. Dan mereka kita nilai gagal.  Diganti saja," tegasnya.

Sementara salah seorang Ketua Rukun Warga (RW) di Tenayan Raya Pekanbaru, Zul, mengaku, di tahun 2019 ini tidak ada keaktifan Dinas Kesehatan dalam mensosialisasikan pengantisipasian DBD.

"Tahun ini gak ada sosialisasi, ini sangat kita sesalkan. Apalagi kita tahu sudah ada korban jiwa terkait serangan penyakit ini," ungkapnya.

Hal serupa juga di beberkan Ketua Rukun Tetangga (RT) di Tampan, Prayitno, yang menyebut, kader jumantik Diskes seperti 'mati suri'.

"Biasanya meraka cukup aktif, tapi tahun ini tidak. Apa harus tambah korban lagi baru nanti sibuk. Kita di lingkungan terbatas kemampuan dalam mengatasi serangan DBD ini, jadi kita minta turunlah bersama-sama," ucapnya. (rik)

Penulis
: Riki
Editor
: bambang
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)