Begini Cerita Perjalanan Kaburnya Seorang Tahanan Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru yang Kembali Menyerahkan Diri

datariau.com
1.720 view
Begini Cerita Perjalanan Kaburnya Seorang Tahanan Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru yang Kembali Menyerahkan Diri
Windy
Herman Susilo, tahanan yang menyerahkan diri.

PEKANBARU, datariau.com - Salah seorang tahanan Rutan Sialang Bungkuk Kota Pekanbaru yang kabur dalam insiden Jumat 5 Mei 2017 silam, kembali berhasil ditangkap. Dia adalah Herman Susilo 36 warga Jl Pinang Bukit Raya Pekanbaru.

Herman Susilo merupakan tersangka yang ditangkap oleh Polsek Limapuluh sekitar bulan Mei 2017 silam dalam perkara narkotika jenis daun ganja kering sebanyak 1 Kg di rumahnya bersama 2 orang tersangka lainnya.

Pada saat kerusuhan di Rutan Sialang Bungkuk, Jumat 5 Mei 2017 siang sekitar pukul 13.00 wib saat itu dia baru 2 hari ditahan yaitu di Blok B kamar 02 yang saat itu berisi 76 orang tahanan lainnya.

Saat kerusuhan tersebut, Herman kabur beserta ratusan tahanan lainnya ke arah Jl Harapan Raya/Imam Munandar dengan melintasi perkebunan sawit. Setelah sampai ditepi Jl Harapan Raya/Imam Munandar selanjutnya Herman pergi ke rumah temannya bernama Bembeng yang tinggal di wilayah Simpang Tiga Bukit Raya Pekanbaru dengan maksud untuk meminta uang ongkos kabur.

Setelah diberi uang sebanyak sebanyak Rp150 ribu, selanjutnya Herman pergi ke rumah Robi yang tinggal di daerah Kubang Raya guna meminta ongkos. Selanjutnya Herman berangkat ke Pasir Pengaraian, Rohul dengan maksud untuk melarikan diri.

Selama berada di Pasir Pengaraian Herman tinggal di rumah temannya bernama Indra (34) yang beralamat di Jl Prambanan Pasir Pangaraian Rohul selama 4 hari, selanjutnya Herman pun berpindah-pindah dari satu rumah teman ke rumah teman lainnya.

Setelah sebulan lebih hidup berpindah-pindah, akhirnya Herman memutuskan untuk pulang ke Pekanbaru dan menginap di rumah temannya bernama Roni di daerah Panam.

Hingga akhirnya pada hari Senin (17/7/2017) pukul 19.30 Wib, Herman meminta kepada keluarganya untuk dijemput oleh Polisi.  Lalu sekitar pukul 20.00 wib petugas dari Dit Sabhara Polda Riau menjemput Herman yang selanjutnya diserahkan ke Polresta Pekanbaru.

"Saya menyesal atas apa yang saya lakukan (kabur dari Rutan) sebab selama kabur dari Rutan, hidup saya tidak tenang dan langkah saya terbatas," pungkas Herman.

Penulis
: Windy
Editor
: Agusri
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)