Anggota DPRD Pekanbaru Desak LAMR Cabut Gelar Datuk Jokowi

datariau.com
1.805 view
Anggota DPRD Pekanbaru Desak LAMR Cabut Gelar Datuk Jokowi

PEKANBARU, datariau.com - Setelah Forum Pekanbaru Kota Bertuah (FPKB), desakan pencabutan gelar adat yang diberikan oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) kepada Presiden Jokowi sebagai Datuk Seri Setia Amanah kembali disuarakan, kali ini disampaikan oleh kalangan legislatif di DPRD Kota Pekanbaru.

Seperti yang disampaikan oleh H Fatullah, Anggota Fraksi Gerindra ini menilai, LAM Riau terlalu tegesa-gesa menobatkan Jokowi karena keberhasilan beliau dalam membebaskan Riau dari kabut asap dalam tiga tahun terakhir 2016, 2017, 2018, namun di tahun 2019 ini komitmen Jokowi jauh meleset bahkan Jokowi terkesan lamban dalam mengatasi kabut asap akibat Karhutla.

"Mana bukti penilaian LAMR bahwa Provinsi Riau bebas dari asap atas pembakaran hutan dan lahan. Jadi, kita minta LAMR untuk mencabut kembali gelar adat yang telah diberikan kepada Presiden RI Jokowi karena hal ini tidak sesuai dengan buktinya," ungkap Fatullah, Senin (26/9/2019).

Permintaan pencabutan gelar adat yang diberikan LAMR kepada Jokowi ini dinilai sebagai bentuk kekecewaan, sekaligus keprihatinan teehadap kondisi kabut asap dan banyak masyarakat yang terpapar, ativitas sekolah lumpuh, namun respon pemerintah malah terkesan lambat, ini terbukti sudah sekian lama masyarakat Riau diserang kabut asap baru hari ini Presiden RI Jokowi dikabarkan akan turun ke Riau.

"Sudah berapa banyak masyarakat Riau menderita sakit akibat asap yang semakin tebal setiap harinya. Belum lagi aktivitas belajar siswa di Provinsi Riau ini menjadi terganggu. Padahal anak-anak sekolah mau memasuki ujian sekolah, sementara sikap pemerintah pusat yang kita nilai kurang peduli terhadap asap yang melanda di Provinsi Riau ini. Apalagi kita dengar anggaran untuk pemadaman kebakaran lahan tidak ada. Jadi, mau diapakan masyarakat Riau yang setiap hari menghisap asap yang semakin tebal ini," pungkas Fatullah. (rik)

Penulis
: Riki
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)