SMM PANEL INDO

Antrean Solar Bikin Jalan Macet, DPRD Riau Desak Pertamina dan Pemda Bergerak Cepat

datariau.com
138 view
 Antrean Solar Bikin Jalan Macet, DPRD Riau Desak Pertamina dan Pemda Bergerak Cepat
Anggota Komisi 4 DPRD Provinsi Riau, Munawar Syahputra mendesak pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) segera turun ke lapangan memastikan penyebab antrean di sejumlah SPBU.

PEKANBARU, datariau.com - Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pekanbaru kembali menjadi sorotan. Antrean panjang, khususnya kendaraan yang hendak mendapatkan BBM bersubsidi jenis Solar, disebut telah mengular hingga ke badan jalan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi 4 DPRD Provinsi Riau, Munawar Syahputra. Ia mendesak pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) segera turun langsung ke lapangan untuk memastikan penyebab antrean sekaligus mengecek kondisi distribusi BBM di sejumlah SPBU.

Munawar menilai persoalan antrean BBM tidak cukup hanya diselesaikan melalui laporan administratif atau pemantauan dari balik meja. Pemerintah dan Pertamina, menurut dia, perlu melihat langsung kondisi di lapangan agar persoalan yang berulang tersebut dapat segera ditangani.

“Pemerintah bersama Pertamina harus turun ke lapangan. Cek dan periksa gimana kondisi sebenarnya, pastikan distribusi BBM berjalan normal. Perbaiki juga layanan SPBU agar pelanggan tidak mengantre lama, serta tindak tegas berbagai bentuk pelanggaran,” ujar Munawar, Rabu (16/9/2026).

Baca juga:Antrean Solar Mengular Tiap Hari, Anggota DPRD Pekanbaru Faisal Islami Desak Pertamina Jangan Tutup Mata


Ketua Fraksi NasDem DPRD Riau tersebut menyoroti panjangnya antrean yang tidak hanya merugikan masyarakat yang membutuhkan BBM, tetapi juga berdampak terhadap pengguna jalan lainnya.

Antrean kendaraan yang sampai mengambil badan jalan berpotensi mempersempit ruang lalu lintas dan memicu kemacetan. Situasi ini menjadi persoalan publik karena dampaknya dirasakan bukan hanya oleh konsumen BBM, tetapi juga masyarakat yang melintas di kawasan SPBU.

Menurut Munawar, pengawasan distribusi BBM bersubsidi juga tidak boleh sepenuhnya dibebankan kepada Pertamina. Pemerintah daerah dinilai memiliki peran penting untuk ikut memastikan distribusi dan pelayanan BBM di tingkat SPBU berjalan sesuai ketentuan.

“Pertamina tentu harus mengambil langkah cepat. Tapi pemerintah daerah juga wajib turun tangan langsung ketika antrean terjadi,” tegasnya.

Baca juga:Begini Penjelasan Pertamina Sumbagut Soal Antrean Panjang di SPBU


Munawar meminta pemerintah dan Pertamina tidak sekadar menunggu persoalan membesar sebelum melakukan tindakan. Apalagi, antrean BBM disebut bukan persoalan baru dan telah berulang terjadi di sejumlah titik.

“Ini kejadian yang berulang. Diduga kuat BBM jenis tertentu seperti Solar tidak tersedia normal di SPBU sebagaimana hari-hari sebelumnya. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang yang sangat mengganggu masyarakat pengguna jalan,” ungkapnya.

Ia menilai perlu dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi pasokan dan distribusi BBM di lapangan. Jika ditemukan adanya pelanggaran dalam proses distribusi maupun pelayanan SPBU, Munawar meminta agar dilakukan penindakan sesuai ketentuan.

Baca juga:Setiap Hari Antrean Panjang di SPBU, Komisi II DPRD Pekanbaru Pertanyakan Solusi dari Pertamina


Di sisi lain, pelayanan SPBU juga diminta menjadi perhatian. Pengelola SPBU harus memastikan proses pengisian berlangsung tertib dan efisien sehingga antrean tidak sampai mengganggu pengguna jalan.

Bagi masyarakat, kepastian mendapatkan BBM menjadi bagian penting dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Terlebih Solar berkaitan erat dengan operasional kendaraan angkutan dan berbagai kegiatan ekonomi.

Karena itu, Munawar berharap pemerintah daerah, Pertamina, serta pengelola SPBU segera duduk bersama mencari solusi konkret agar persoalan antrean tidak terus berulang.

“Ketidakpastian ketersediaan BBM sangat penting karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari masyarakat,” tutup Munawar. (end)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)