DATARIAU.COM - Apakah anda mengetahui buah sari merah? Buah ini adalah buah khas dari Papua yang mengandung berbagai macam khasiat untuk kesehatan. Orang Papua sendiri menyebut buah ini dengan nama Kuan Hsu dan sering disebut dengan buah keajaiban. Sejauh ini buah merah tidak bisa tumbuh di daerah lain kecuali di tanah Papua. Sekilas buah ini bentuknya seperti buah jagung tapi berwarna merah marun dan berbentuk lebih besar, buahya memiliki panjang hingga 55 cm. Biasanya orang mengonsumsi buah ini dengan cara dimakan langsung, tatapi juga bisa dipotong-potong lalu direbus. Buah dan biji buah merah bisa dikonsumsi dengan cara ditumbuk, ditambahkan air kemudian melakukan proses penyaringan untuk dijadikan sebagai bumbu memasak. Pada buah merah terdapat kandungan nutrisi seperti antioksidan, vitamin E, vitamin C, protein, kalori, karbohidrat, alfa-karoten, antosianin, dan beta-karoten.
Apa manfaat dari buah merah ini?
Buah merah mampu menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk penyakit serius. Berikut beberapa manfaat buah merah dari Papua:
1. Mencegah kanker
Kandungan antioksidan tinggi dalam buah merah dapat melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas seperti yang kita ketahui radikal bebas ini dapat menumbuhkan sel-sel kanker. Kandungan tokoferol dalam buah merah sangat tinggi, mencapai 11000 ppm, juga kandungan karoten sebesar 7000 ppm. Keduanya merupakan jenis antioksidan yang dapat memperkuat system kekebalan tubuh dalam melawan radikal bebas.
2. Mencegah diabetes
Dengan bantuan buah merah diabetes juga dapat dicegah atau disembuhkan. Kandungan tokoferol dalam buah merah dapat membantu anda mengontrol kadar gula darah. Tokoferol dapat membantu meningkatkan kerja pancreas, sehingga penggunaan hormone insulin untuk mengubah gula menjadi energy lebih efektif, dengan begitu resiko anda terkena diabetes menjadi berkurang.
3. Meningkatkan antibody
Peningkatan antibody oleh buah merah dibantu oleh kandungan betakaroten yang berinteraksi dengan protein didalam buah merah. Studi mengatakan bahwa dengan mengkonsumsi kandungan betakaroten sebanyak 30-60 mg setiap harinya selama 2 bulan, sel pembasmi alami penyakit didalam tubuh akan meningkat dan serta aktifitas sel T Helpers dan limposit juga akan turut meningkat.
4. Mencerdaskan otak
Kandungan omega 3 dan omega 9 didalam buah merah dapat membantu meningkatkan kerja otak anda dan meningkatkan kecerdasan. Selain itu, karena konsumsi buah merah dapat melancarkan peredaran darah ke otak, otak anda dapat senantiasa menerima asupan nutrisi dengan baik yang dibawa oleh darah. Oleh karena itu konsumsi buah merah sangat dianjurkan untuk anak-anak yang sedang dimasa pertumbuhan.
5. Mencegah tekanan darah tinggi/hipertensi
Kandungan antioksidan yang tinggi pada buah juga dapat memberikan manfaat untuk mencegah terjadinya hipertensi. Tokoferol pada buah ini dapat membantu tubuh mengencerkan darah dan melancarkan sirkulasi darah. Sehingga, pembekuan darah tidak mudah terjadi dan tidak menyebabkan penyumbatab aliran darah. Dengan begitu, risiko anda mengalami tekanan darah tinggi, stroke, maupun penyakit jantung semakin berkurang.
6. Menjaga kesehatan mata
Buah merah juga salah satu sumber betakaroten tinggi. Betakaroten merupakan salah satu jenis vitamin A yang diperlukan oleh mata untuk melihat. Dengan memenuhi kebutuhan betakaroten, maka kesehatan mata terjaga.tak heran, orang papua mempunyai kesehatan mata yang baik karena konsumsi buah merah ini.
7. Kolestrol
Selain pantangan makan-makanan berlemak, daging-merah, jeroan dan alcohol, penderita kolestrol juga dapat menambahkan konsumsi buah merah dalam diet mereka. Buah merah dipercaya dapat menurunkan kolestrol jahat serta meningkatkan kolestrol baik.
8. Asam urat
Seperti cara kerja buah merah untuk memperlambat penumpukan lemak pada pembuluh darah, buah merah juga dapat berfungsi sebagai pengobatan untuk penyakit asam urat. Gout atau asam urat adalah penyakit yang menyerang persendian yang menimbulkan rasa nyeri tak tertahankan. Biasanya dibandingkan dengan wanita, pria diatas umur 30 tahun akan lebih rawan terkena penyakit asam urat. Dengan mengonsumsi buah merah, dipercaya asam urat dapat disembuhkan.
9. Penyakit tulang
Penelitian membuktikan bahwa didalam 100 gram buah merah akan terkandung sebanyak 55.000 mg kalsium, dan kandungan ini tergolong sangat banyak. Buah merah yang kaya akan kalsium tersebut dapat memberikan nutrisi yang dibutuhkan oleh regenerasi sel didalam tulang. Selain itu buah merah juga dapat membantu mengurangi kemungkinan osteoporosis atau penyakit tulang lainnya.
10. Lupus
Lupus adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh kekeliruan system kekebalan tubuh. Beberapa penyakit ini walaupun tidak menular tetapi ada yang sampai mengancam jiwa dan mempunyai potensi mematikan. Konsumsi buah merah dipercaya dapat mengatasi permasalahan ini karena didalam buah merah terkandung antioksidan yang dapat meningkatkan pertumbuhan sel-sel pembunuh alami.
11. Tumor
Tumor adalah petumbuhan abnormal dari sel yang menyusun jaringan tubuh manusia. Tumor sendiri terbagi menjadi dua tipe, tumor jinak yang tidak akan tumbuh kembali dan tumor ganas yang mana dapat menyerang jaringan hingga menyebar kebagian tubuh lainnya. Dengan kandungan antioksidan didalam buah merah yang tinggi, system kekbalan tubuh seseorang yang mengonsumsi buah merah akan meningkat dan membuat sel kanker tersebut lebih mudah ditemukan sehingga pengangkatannya lebih cepat.
12. Membantu mencegah HIV/AIDS dan hepatitis B
Buah merah dapat memperkuat system kekebalan tubuh anda, sehingga resiko anda lebih kecil terkena HIV/AIDS dan hepatitis. Selain antioksidan, asam lemak omega-3 dan omega-9 dalam buah merah juga bisa berfungsi sebagai antivirus yang menghambat pembentukan lipid virus. Hal ini membuat virus tidak dapat berkembang biak, sehingga membantu mencegah HIV/AIDS dan hepatitis B.
Spesialis farmakologis, dr lonah mengatakan bahwa buah merah memiliki banyak kandungan nutrisi dan antioksidan, meskipun demikian buah ini juga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara berlebihan. Seperti yang kita ketahui walaupun buah merah ini mempunyai banyak khasiat, namun segala sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan juga tidak bagus dan akan mengurangi manfaat dari khasiatnya tersebut. (*)
Disusun oleh: Jessica Jayanti, Rafiqah Zahra, dan Farhan Nur Aksa
Mahasiswi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Riau.