DATARIAU. COM - Kopi adalah minuman yang banyak diminati, kopi dianggap bisa menghilangkan rasa kantuk. Dikutip dari laman honestdocs.com dijelaskan bahwa kopi terkenal akan kandungan kafein yang tinggi. Kafein sendiri merupakan senyawa hasil metabolisme sekunder golongan alkaloid dari tanaman kopi dan memiliki rasa yang pahit.
Berbagai efek kesehatan dari kopi pada umumnya terkait dengan aktivitas kafein di dalam tubuh. Peranan utama kafein ini di dalam tubuh adalah untuk meningkatan kerja tubuh sehingga tubuh tetap terjaga dan memberikan efek fisiologis berupa peningkatan energi.
Efek dari kafein ini biasanya baru akan terlihat beberapa jam kemudian setelah mengonsumsi kopi. Kafein hanya membutuhkan 15 hingga 20 menit untuk masuk ke aliran darah, namun efek yang dirasakan bisa sampai 10 jam. Kafeina tidak hanya dapat ditemukan pada tanaman kopi, tetapi juga terdapat pada daun teh dan biji cokelat.
Kopi kaya akan antioksidan, dan banyak penelitian menunjukkan bahwa hal ini baik untuk kesehatan.
Akan tetapi mengkonsumsi kopi secara berlebihan juga bisa berdampak negatif bagi tubuh kita, dikutip dari laman halodoc.com ada beberapa dampak negatif terlalu banyak minum kopi yaitu:
1. Kecemasan
Kafein diketahui dapat meningkatkan kewaspadaan. Terdapat zat yang berkaitan dengan peningkatan energi pada kopi. Namun, pada dosis yang tinggi, efeknya dapat menyebabkan kecemasan dan rasa gugup. Faktanya. gangguan kecemasan yang diinduksi kafein adalah salah satu dari empat sindrom terkait kafein yang berkaitan dengan gangguan mental.
Dosis sedang juga terbukti dapat menyebabkan pernapasan cepat dan meningkatkan tingkat stres saat dikonsumsi dalam sekali minum. Jika kamu merasa bahwa sering merasa gugup atau gelisah setelah minum kopi, sebaiknya kurangi atau batasi jumlah konsumsinya.
2. Insomnia
Kemampuan kafein untuk membantu tubuh tetap terjaga dari tidur adalah salah satu yang diandalkan. Di sisi lain, terlalu banyak kafein dapat membuat seseorang kesulitan mendapatkan tidur yang berkualitas. Terlalu sering minum kopi dapat mengurangi total waktu tidur, terutama pada orang tua.
Kamu mungkin belum menyadari bahwa terlalu banyak kafein dapat mengganggu tidur atau insomnia. Terlebih lagi efeknya dapat memakan waktu beberapa jam untuk hilang. Karenanya, penting untuk memperhatikan jumlah dan waktu meminum kopi untuk mengoptimalkan tidur.
3. Masalah Pencernaan
Banyak orang menyadari bahwa secangkir kopi di pagi hari dapat membantu perut mereka bergerak. Efek pencahar kopi dikaitkan dengan pelepasan gastrin, yaitu hormon yang diproduksi lambung yang mempercepat aktivitas di usus besar.
Namun, kafein tampaknya juga merangsang gerakan usus dengan meningkatkan gerakan peristaltik, kontraksi yang memindahkan makanan melalui saluran pencernaan. Jadi, tidak heran jika terlalu banyak dan sering minum kopi dapat menyebabkan buang air besar atau bahkan diare pada beberapa orang.
4. Kerusakan Otot
Rhabdomyolysis adalah kondisi yang sangat serius ketika serat otot yang rusak memasuki aliran darah, menyebabkan gagal ginjal, dan masalah lainnya. Beberapa kasus rhabdomyolysis dikaitkan dengan asupan kafein yang berlebihan, meskipun relatif jarang terjadi.
Hal yang penting untuk diingat adalah dosis besar kafein dikonsumsi dalam waktu singkat bagi yang tidak terbiasa akan sangat merasakan dampaknya. Untuk mengurangi efeknya, sebaiknya batasi asupan hingga sekitar 250 miligram kafein per hari, kecuali jika kamu memang terbiasa mengonsumsi lebih banyak.
5. Tekanan Darah Tinggi
Secara keseluruhan, kafein tidak meningkatkan risiko penyakit jantung atau stroke pada kebanyakan orang. Namun, kafein terbukti meningkatkan tekanan darah karena efek stimulannya pada sistem saraf. Tekanan darah yang meningkat adalah faktor risiko serangan jantung dan stroke, karena dapat merusak arteri seiring waktu. Akibatnya, aliran darah ke jantung dan otak jadi terbatas. ***