5 Cara Agar Tetap Sehat Saat Cuaca Ekstrem

anisah
915 view
5 Cara Agar Tetap Sehat Saat Cuaca Ekstrem
Foto: Istock.com

DATARIAU. COM - Cuaca ekstrem adalah fenomena alam yang tidak normal. Biasanya saat cuaca ekstream ditandai dengan curah hujan, arah dan kecepatan angin, suhu udara, dan kelembapan udara.

Dikutip dari laman merdeka.com, dijelaskan bahwa cuaca ekstrem adalah perubahan cuaca yang sangat drastis dalam kurun waktu tertentu. Cuaca ekstrem merupakan suatu kondisi cuaca atau iklim yang terjadi pada waktu dan tempat tertentu yang tidak biasa dan juga sangat jarang terjadi.

Cuaca ekstrem dapat juga dikatakan sebagai fenomena cuaca atau iklim yang mempunyai potensi bencana, menghancurkan tatanan kehidupan sosial, dan menimbulkan korban jiwa manusia. Indonesia adalah wilayah yang rentan terhadap terjangan cuaca ekstrem.

Hal ini karena Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera yang memiliki sistem cuaca dan iklim dengan pergiliran yang teratur antara musim hujan dan musim kemarau. Sehingga, jika terjadi penyimpangan iklim maka aktivitas cuaca ekstrem pun terjadi.

Dikutip dari Respira.com, perubahan cuaca yang ekstrim ternyata memiliki pengaruh bagi kesehatan manusia. Berikut beberapa contoh pengaruh perubahan iklim terhadap kesehatan manusia :


1. Cuaca Panas Berlebihan Dapat Memicu Penyakit Jantung

Suhu udara yang meningkat secara signifikan dapat mempengaruhi kondisi kesehatan jantung. apabila seseorang mengalami dehidrasi serta terpapar panas yang ekstrim maka dapat berpotensi memicu kerusakan pada otak. Hal tersebut bisa dipastikan juga mempengaruhi perilaku manusia.


2. Infeksi Saluran Pernafasan Akut dan Pneumonia

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah penyakit infeksi yang menyerang saluran napas, mulai dari hidung sampai alveoli paru-paru. ISPA yang berkepanjangan dapat berkembang menjadi pneumonia. Peningkatan suhu bumi secara global karena perubahan iklim dapat menyebabkan kebakaran semak dan hutan. Kondisi ini dapat memicu bencana asap dan meningkatkan risiko penyakit ISPA sampai pneumonia.

3. Tuberkulosis (TBC)

Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit yang disebabkan infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Perubahan iklim bisa membuat suhu rendah, kelembapan udara menurun, dan lebih berangin. Kondisi ini secara langsung dan tidak langsung dapat meningkatkan risiko penularan TBC.

4. Alergi

Udara yang lebih hangat karena perubahan iklim juga bisa merangsang penyerbukan bunga. Semakin banyak penyerbukan bunga terjadi, serbuk sari yang menguar ke udara juga semakin meningkat. Kondisi ini bisa jadi penyebab alergi sering kambuh bagi orang yang sebelumnya punya riwayat serbuk sari.


5. Demam Berdarah Dengue dan Malaria

Perubahan iklim yang berdampak pada cuaca ekstrim bisa menyebabkan peningkatan intensitas hujan disertai angin kencang dan banjir. Kondisi ini bisa menyebabkan lingkungan jadi tempat ideal untuk nyamuk berkembang biak, termasuk nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD) dan malaria. Dengan kondisi perubahan iklim ini, wabah penyakit malaria dan DBD semakin banyak.

6. Kulit Terbakar Matahari

Perubahan iklim dapat menyebabkan cuaca ekstrim yang sulit ditebak. Peningkatan suhu ekstrem disertai paparan sinar matahari berlebihan tak jarang juga meningkatkan kejadian kulit terbakar ( skin burning )

7. Kesehatan Mental

Bahaya perubahan iklim bagi kesehatan manusia yang terakhir dapat mempengaruhi kondisi mental. Perubahan iklim dapat meningkatkan risiko terjadinya cuaca ekstrem dan bencana alam yang terjadi di berbagai daerah di dunia. Frekuensi cuaca ekstrem dan bencana alam yang semakin sering terjadi, tentu akan menimbulkan trauma dan stres bagi korban yang terkena dampak.

Agar tubuh tetap sehat saat cuaca ekstrem maka kita harus menjaga kesehatan. Dikutip dari laman halodoc.com, ada beberapa cara menjaga kesehatan tubuh saat cuaca ekstrem yaitu:

1. Mengonsumsi makanan sehat

Pola makan bernutrisi dan teratur adalah hal paling penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Makanan adalah energi yang kamu butuhkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan memperbaiki keluhan di dalam tubuh. Saat cuaca ekstrem, konsumsi banyak buah dan sayur yang mengandung antioksidan. Zat ini bisa membantu imun tubuh melawan zat berbahaya sehingga kamu terhindar dari penyakit.

Selain sayur dan buah, makanan yang mengandung protein seperti ayam dan ikan juga sangat bermanfaat untuk mendorong kinerja sistem imun. Selain jenis makanan, pastikan pula kamu makan dengan kuantitas yang cukup tiap harinya sesuai dengan kebutuhan tubuhmu.

2. Berolahraga rutin

Aktif dalam segi fisik membawa banyak manfaat bagi tubuh. Tidak hanya menjaga berat badan, olahraga juga bisa mengurangi risiko terjangkit penyakit dan memperkuat tulang dan otot. Penelitian medis telah menyatakan bahwa orang yang jarang berolahraga cenderung lebih sehat daripada orang yang tidak berolahraga rutin.

Saat cuaca ekstrem, kamu juga perlu memerhatikan cara berolahraga. Waktu berolahraga sangat penting, jadi hindari berolahraga di luar ruangan di siang hari saat terik matahari. Kamu bisa berolahraga di pagi hari atau sore hari menjelang matahari terbenam. Pilihan lain tentunya adalah olahraga di dalam ruangan. Kamu pun tidak memerlukan banyak alat, cukup matras atau yoga mat bisa menjadi alas untuk olahraga yang lebih nyaman.

3. Minum air putih yang cukup

Tubuh manusia 60 persennya terdiri dari air. Di cuaca apapun, kamu harus mengonsumsi air dalam jumlah yang cukup. Terlebih lagi ketika cuaca ekstrem saat suhu tubuh mudah berubah. Minum air bisa mencegah dehidrasi, kondisi yang bisa menyebabkan suhu badan meningkat dan badan terasa lemas.

Jumlah total air yang harus seseorang konsumsi bisa bervariasi tergantung umur, jenis kelamin, dan apakah seseorang sedang hamil atau menyusui. Umumnya, ahli kesehatan menyarankan minimal 6-8 gelas air tiap harinya. Kamu bisa melatih diri untuk minum lebih banyak dengan membawa botol minum sehari-hari dan memilih minum air daripada minuman manis ketika makan.


4. Tidur cukup setiap hari

Mendapatkan tidur yang cukup adalah aspek yang krusial dalam menjaga kesehatan. Sering tidak tidur cukup bisa meningkatkan risiko terkena banyak penyakit dan mengalami keluhan kesehatan. Hal ini karena tidur memiliki dampak besar untuk menjaga performa otak dan meregulasi tubuh.

Ketika seseorang tertidur, tubuh akan bekerja untuk mengurangi rasa lelah yang kamu rasakan. Selain itu, waktu tidur juga merupakan waktu bagi organ tubuh untuk mengeluarkan zat-zat beracun dari dalam tubuh. Sistem imun akan bekerja untuk memperbaiki masalah kesehatan yang sekiranya seseorang alami.

Tidur yang cukup tidak hanya tentang waktu, tetapi juga kualitas tidur itu sendiri. Sebaiknya, kamu menetapkan jadwal tidur yang konsisten. Hindari distraksi seperti menonton televisi atau bermain ponsel sebelum tidur agar tidurmu nyenyak dan tidak terganggu.

5. Memakai pakaian sesuai cuaca

Tentunya pakaian yang kamu gunakan sehari-hari harus sesuai dengan cuaca. Hindari bahan yang tipis ketika cuaca sering hujan dan hindari bahan yang tidak menyerap keringat saat panas. Menggunakan pakaian yang sesuai tentunya akan membuat suhu tubuh lebih stabil sehingga risiko sakit berkurang.

Apabila cuaca tidak menentu, pastikan kamu membawa pakaian atau barang yang bisa melindungi dari panas maupun hujan. Pakaian seperti jaket, topi, dan jas hujan sangat kamu perlukan di musim pancaroba. Selain memakai pakaian yang sesuai sebagai tindakan preventif, kamu bisa mencari tahu pula apa yang Harus Kamu Lakukan Setelah Kehujanan.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)