5 Cara Agar Tetap Sehat Saat Cuaca Ekstrem

anisah
913 view
5 Cara Agar Tetap Sehat Saat Cuaca Ekstrem
Foto: Istock.com

DATARIAU. COM - Cuaca ekstrem adalah fenomena alam yang tidak normal. Biasanya saat cuaca ekstream ditandai dengan curah hujan, arah dan kecepatan angin, suhu udara, dan kelembapan udara.

Dikutip dari laman merdeka.com, dijelaskan bahwa cuaca ekstrem adalah perubahan cuaca yang sangat drastis dalam kurun waktu tertentu. Cuaca ekstrem merupakan suatu kondisi cuaca atau iklim yang terjadi pada waktu dan tempat tertentu yang tidak biasa dan juga sangat jarang terjadi.

Cuaca ekstrem dapat juga dikatakan sebagai fenomena cuaca atau iklim yang mempunyai potensi bencana, menghancurkan tatanan kehidupan sosial, dan menimbulkan korban jiwa manusia. Indonesia adalah wilayah yang rentan terhadap terjangan cuaca ekstrem.

Hal ini karena Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera yang memiliki sistem cuaca dan iklim dengan pergiliran yang teratur antara musim hujan dan musim kemarau. Sehingga, jika terjadi penyimpangan iklim maka aktivitas cuaca ekstrem pun terjadi.

Dikutip dari Respira.com, perubahan cuaca yang ekstrim ternyata memiliki pengaruh bagi kesehatan manusia. Berikut beberapa contoh pengaruh perubahan iklim terhadap kesehatan manusia :


1. Cuaca Panas Berlebihan Dapat Memicu Penyakit Jantung

Suhu udara yang meningkat secara signifikan dapat mempengaruhi kondisi kesehatan jantung. apabila seseorang mengalami dehidrasi serta terpapar panas yang ekstrim maka dapat berpotensi memicu kerusakan pada otak. Hal tersebut bisa dipastikan juga mempengaruhi perilaku manusia.


2. Infeksi Saluran Pernafasan Akut dan Pneumonia

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah penyakit infeksi yang menyerang saluran napas, mulai dari hidung sampai alveoli paru-paru. ISPA yang berkepanjangan dapat berkembang menjadi pneumonia. Peningkatan suhu bumi secara global karena perubahan iklim dapat menyebabkan kebakaran semak dan hutan. Kondisi ini dapat memicu bencana asap dan meningkatkan risiko penyakit ISPA sampai pneumonia.

3. Tuberkulosis (TBC)

Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit yang disebabkan infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Perubahan iklim bisa membuat suhu rendah, kelembapan udara menurun, dan lebih berangin. Kondisi ini secara langsung dan tidak langsung dapat meningkatkan risiko penularan TBC.

4. Alergi

Udara yang lebih hangat karena perubahan iklim juga bisa merangsang penyerbukan bunga. Semakin banyak penyerbukan bunga terjadi, serbuk sari yang menguar ke udara juga semakin meningkat. Kondisi ini bisa jadi penyebab alergi sering kambuh bagi orang yang sebelumnya punya riwayat serbuk sari.


5. Demam Berdarah Dengue dan Malaria

Perubahan iklim yang berdampak pada cuaca ekstrim bisa menyebabkan peningkatan intensitas hujan disertai angin kencang dan banjir. Kondisi ini bisa menyebabkan lingkungan jadi tempat ideal untuk nyamuk berkembang biak, termasuk nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD) dan malaria. Dengan kondisi perubahan iklim ini, wabah penyakit malaria dan DBD semakin banyak.

6. Kulit Terbakar Matahari

Perubahan iklim dapat menyebabkan cuaca ekstrim yang sulit ditebak. Peningkatan suhu ekstrem disertai paparan sinar matahari berlebihan tak jarang juga meningkatkan kejadian kulit terbakar ( skin burning )

7. Kesehatan Mental

Bahaya perubahan iklim bagi kesehatan manusia yang terakhir dapat mempengaruhi kondisi mental. Perubahan iklim dapat meningkatkan risiko terjadinya cuaca ekstrem dan bencana alam yang terjadi di berbagai daerah di dunia. Frekuensi cuaca ekstrem dan bencana alam yang semakin sering terjadi, tentu akan menimbulkan trauma dan stres bagi korban yang terkena dampak.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)