Tentara Israel Diserang Penyakit Aneh, Kulit menghitam dan Melepuh

datariau.com
12.754 view
Tentara Israel Diserang Penyakit Aneh, Kulit menghitam dan Melepuh

ISRAEL, datariau.com - Militer Israel dilaporkan mengevakuasi 120 pasukannya yang terlibat dalam penyerangan jamaah di Mesjid Al-Aqsa karena diserang penyakit aneh.

Menurut laporan PIC, 120 tentara Israel yang dievakuasi ke rumah sakit terserang penyakit kulit. Para tentara yang terserang penyakit ini mengalami infeksi kulit, pembengkakan, gatal-gatal dan sakit di bagian-bagian berbeda dari tubuh. Bahkan kulit mereka mulai kelihatan gosong.

Militer telah melakukan investigasi dalam peristiwa ini dan memutuskan mengisolasi pangkalan militer tersebut khawatir penyakit ini menyebar, juga untuk mencegah serdadu keluar dari pangkalan.

Media Israel menambahkan, para spesialis dan pakar didatangkan untuk membahas dan menyelidiki peristiwa ini sebagai upaya untuk mengisolasi penyakit dan menghentikan penyebarannya.

Mereka mengirim sampel darah para tentara yang terjangkit ke laboratorium medis untuk menentukan identitas penyakit dan sumbernya.

Pasukan yang terjangkit penyakit aneh tersebut juga dilaporkan mengalami depresi berat. Bahkan sering mengigau dan menjerit kepanasan saat tidur sambil memukul kepala mereka. Paramedis yang menangani mereka menolak memberikan tanggapan.

Kabar terbaru, ratusan warga muslim Palestina menggelar ibadah salat Jumat di luar kompleks Masjid Al-Aqsa demikian seperti yang dilansir dari islamidia.com.

Polisi hanya mengizinkan pria berusia di atas 50 tahun memasuki kompleks masjid. Ketatnya pengamanan di tempat suci Yerusalem oleh pihak keamanan Israel menyusul insiden penyerangan polisi Israel pekan lalu.

Seperti ditayangkan Fokus Pagi Indosiar, bentrokan pecah setelah polisi Israel menembaki warga muslim Palestina usai melaksanakan ibadah salat Jumat.

Bentrokan dari Yerusalem Timur meluas hingga pos pemeriksaan Qalandiya antara Ramallah dan Yerusalem serta di pintu masuk Bethlehem.

Namun, karena intervensi yang dilakukan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud  terhadap pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) disebut sebagai penyebab Israel membuka kembali Masjid al-Aqsa di Yerusalem.

Menurut sebuah laporan di yang dipublikasikan situs berita Elaph yang dikutip Selasa (18/7/2017), Raja Salman berbicara dengan pejabat tinggi AS yang meminta Israel membuka lagi masjid suci itu setelah ditutup dua hari sejak Jumat pekan lalu.

Pasukan keamanan Israel menutup masjid tersebut setelah serangan tiga pria bersenjata menewaskan dua polisi Israel. Selain ditutup, pasukan Israel juga melarang warga muslim salat Jumat di area masjid.

Masjid itu dibuka lagi oleh Israel pada hari Ahad namun dengan aturan baru, yakni pemasangan detektor logam dan CCTV di kompleks masjid. Aturan itu ditolak warga muslim Palestina dengan cara menolak masuk ke masjid sampai situasi dipulihkan seperti semula.

Laporan yang mengutip seorang sumber senior di pemerintah Saudi menyatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji kepada pejabat AS bahwa dia akan mengembalikan status quo di masjid tersebut, seperti tuntutan dunia Muslim dan penduduk Yerusalem.

Menurut laporan Elaph, Netanyahu telah mengundang pejabat Saudi untuk mengunjungi Masjid Al-Aqsa untuk menilai secara langsung situasi di lapangan.

Sejumlah media sedang meminta tanggapan dari Gedung Putih untuk mengkonfirmasi laporan tersebut. Namun, belum ada jawaban.

Sementara itu, Kabinet Saudi menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas penutupan Masjid al-Aqsa oleh otoritas pendudukan Israel pada hari Jumat pekan lalu. Kabinet Saudi menilai apa yang dilakukan pasukan keamanan Israel sebagai pelanggaran yang mencolok terhadap sentimen muslim di seluruh dunia.

Sidang Kabinet Saudi dipimpin Raja Salman pada hari Senin di Istana Al-Salaam di Jeddah. Kabinet meminta masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawabnya dan mengakhiri praktik semacam itu.

Waqf, Otoritas Keagamaan Yordania menyampaikan kemarahannya atas pemasangan detektor logam di kompleks Masjid al-Aqsa oleh pasukan keamanan Israel.

Waqf, bersama dengan organisasi Islam lainnya, mengeluarkan sebuah pernyataan untuk melawan tindakan Israel.”Meminta umat Islam untuk menolak dan memboikot semua tindakan agresi Israel, termasuk tindakan mengubah status quo historis,” bunyi pernyataan bersama.

Mereka meminta umat Islam tidak memasuki Masjid al-Aqsa jika harus melewati detektor logam. ”Jika detektor logam terus diberlakukan, kami meminta orang-orang untuk salat di depan gerbang masjid dan di jalan-jalan Yerusalem,” lanjut pernyataan mereka, yang dilansir Arab News.

Editor
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)