Patut Ditiru, Cara Menyiasati Kelangkaan Gas Elpiji Oleh Ibu-ibu Perumahan Mutmainah Desa Tarai Kampar

datariau.com
1.953 view
Patut Ditiru, Cara Menyiasati Kelangkaan Gas Elpiji Oleh Ibu-ibu Perumahan Mutmainah Desa Tarai Kampar
Ist.
Suasana masak kelompok ibu-ibu Mutmainah.

TAMBANG, datariau.com - Kondisi kelangkaan dan mahalnya harga gas elpiji subsidi saat ini, tidak membuat pudar semangat para ibu-ibu yang berada di Perumahan Mutmainah RT 01 RW 02 Dusun IV Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar ini.

Sedikitnya ada 8 keluarga yang ibu-ibunya membuat acara masak kelompok menggunakan tungku kayu bakar di suatu tempat, sehingga para ibu-ibu ini tidak perlu merasa kesulitan memenuhi kebutuhan masakan keluarga setiap hari, karena dengan ide-ide mereka, bisa menghasilkan masakan yang luar biasa seperti masakan di acara-acara kenduri.

Nova Ummu Hakim, salah seorang ibu-ibu yang ikut menggagas kegiatan ini kepada datariau.com menjelaskan, bahwa selaku ibu muda dirinya sangat terbantu. Karena, dengan masak bersama-sama seperti ini, menu yang dihasilkan juga bisa bervariasi, tidak pusing memikirkan mau masak apa, karena mereka membuat semacam group WhatsApp untuk saling diskusi, tentang masakan apa yang akan dibuat esok hari.

"Sejak akhir tahun 2017 lalu sih, kalau tidak salah bulan November, kami bersama-sama berpikir untuk melakukan masak sama-sama, asyik juga, masakan utama lauk pauk untuk makan dan sayur, kemudian nanti juga ada sesi bikin kue," tutur Nova, Kamis (25/1/2018).

Dilanjutkan ibu dua anak ini, dengan cara masak bersama-sama, mereka juga ringan dalam hal uang belanja harian, karena semua bahan masakan dibeli dengan cara sumbangan, sebagian juga dipetik dari kebun masing-masing para ibu ini yang juga aktif menanam kebutuhan sehari-hari seperti sayur daun ubi, rimbang, serai, kunyit, pisang, daun jeruk, daun ruku-ruku, kelapa, nangka, jengkol, ubi kayu, ubi rambat, cabe, di pekarangan rumah masing-masing.

"Bahkan dengan Rp13 ribu saja, kami sudah bisa makan ikan goreng cabe merah dan sayur santan, kalau masak sendiri-sendiri, Rp30 ribu tidak cukup, belum gas lagi, kalau masak sama-sama ini tidak capek, karena gotong royong, gas jadi hemat, gas kami aja kini tahan sebulan, jadi kami tidak panik kalau gas elpiji ini langka," terangnya dengan tawa.

Dalam kelompok yang dinamakan PKK Mutmainah ini, terdiri dari ibu-ibu yang kreatif dan memang bergelut di bidang catering dan membuat kue. Sehingga masakan dan kue yang mereka buat pun sangat enak.

"Kalau masakan setiap hari beda-beda biar gak bosan, kue juga kami bikin sesuai kesepakatan mau ngemil apa, dengan menyumbang Rp3 ribu saja kami bisa bikin kue lepat bugi satu piring penuh untuk makanan keluarga masing-masing, kami juga bikin donat, mpek-mpek, mie goreng, soto, dan lainnya," sebut Nova.


Kelompok ibu-ibu ini juga menerima jika ada yang ingin memesan paket makanan untuk acara, ataupun kue. "Kami punya ketua tim masing-masing, kalau kue itu ahlinya Kak Leni, kalau soal masakan itu kokinya Kak Erna, dengan begitu kami juga saling menambah ilmu dalam meramu makanan enak untuk keluarga tercinta," paparnya.

Karena dimasak dengan cara tradisional, yakni tungku kayu, kemudian juga alat-alat masak tradisional tidak menggunakan listrik, seperti parutan kelapa tradisional, gilingan cabe menggunakan batu giling, makanan yang dihasilkan pun memiliki ciri khas dan rasa lebih enak.

"Hikmah dari kenaikan tarif dasar listrik, kelangkaan gas elpiji, harga-harga bahan makanan pokok, membuat kami ibu-ibu di Mutmainah ini lebih kreatif, yang penting kita tetap bersyukur atas apa yang ada, kurangi mengeluh," pungkasnya.

Penulis
: Riki
Editor
: Angga
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)