Dari Hudzaifah Radhiyallahu anhu bahwasanya Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Nanti setelahku, akan ada pemimpin-pemimpin yang tidak mengambil petunjuk dari petunjukku dan tidak pula melaksanakan sunnahku. Nanti akan ada di tengah-tengah mereka orang-orang yang berhati setan berbadan manusia.” Aku berkata, “Wahai Rasûlullâh, apa yang harus aku lakukan jika aku mendapatkan zaman seperti itu?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dengarlah dan ta’atlah kepada pemimpinmu, walaupun mereka menyiksa punggungmu dan mengambil hartamu.Tetaplah mendengar dan ta’at kepada mereka.“[22]
Muhammad Haqqiy mengatakan ketika menafsirkan firman Allah Azza wa Jalla: Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allâh dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. [An-Nisa’/4:59]
Dia mengatakan, “Ketahuilah bahwa para pemimpin itu sesuai dengan perbuatan para rakyatnya, baik dan buruknya. Diriwayatkan bahwa ada yang mengatakan kepada al-Hajjâj bin Yûsuf, “Kenapa kamu tidak berbuat adil sebagaimana Umar padahal engkau mendapati pemerintahan beliau Radhiyallahu anhu? Apakah engkau tidak melihat keadilan dan kebaikannya?’ Ia menjawab, ‘Jadilah kalian seperti Abu Dzar Radhiyallahu anhu, maka aku akan seperti Umar.”
Jika dalam kondisi seperti di atas tidak disyari’atkan memberontak lalu bagaimana dengan keadaan kita? ***
_______
Footnote
[1] Silsilah ad-Dhâ’ifah karya Syaikh Al-Albâni (320)
[2] Majmû’al-Fatâwâ (16/337)
[3]Majmû’al-Fatâwâ (16/337)
[4] Kasyfu al-Khafâ 1/148)
[5] Ad-Durru al-Mantsûr milik as-Suyuthi (3/358)
[6] Sirâjul Mulûk (2/467)
[7] Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim (6/30), dan Baihaqi dalam Syu’abul Imân (7389), dan Abu Amr ad-Dani dalam as-Sunan al-Wârid fil Fitan (299)
[8] HR Muslim (1819)
[9] Mirqatul Mafâtih Syarh Misykâtul Misbâh (11/131
[10] Faidhul Qadîr (1/265)
[11] Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam al-Uqûbât, no. 52 dengan sanad shahih dan dalam satu riwayat dalam Thabaqât Ibnu Sa’ad, 7/164 dan dalam kitab Jumal min Ansâbil Asyrâf, Bilâdzri (7/394) dengan sanad yang shahih
[12] Dinukilkan dalam kitab Thabaqât Ibnu Sa’ad (7/164), dan dalam kita Jumal min Ansâbil Asyrâf karya Bilâdzri (7/394) dengan sanad yang shahih
[13] Diriwayatkan oleh Tirmidzi dengan sanad yang shahih
[14] Terdapat dalam kitab as-Siyar karya ad-Dzahabi (4/343), dishahihkan oleh Imam al-Albâni.
[15] Lihatlah tentang ini dengan sanad shahih dari Thâwus pada kitab al-Amâli fi Atsâri Shahâbah, Abdurrazaq; kitab al-Imân, karya Ibnu Abi Syaibah; at-Thabaqat, ibnu Sa’ad; Syarhu Ushul I’tiqad, al-Lalika’i.
[16] Dinukilkan oleh ad-Dani dalam as-Sunanul Wâridah fil Fitan (300),dan Ibnu ‘Asakir dalam Târîkh Dimasyqa (39/477)
[17] Dinukilkan oleh al-Baihaqi dalam Syu’ab (7390)
[18] Ad-Dâ’ wad Dawâ (75)
[19] Badâ’ius Sulûk Fi Thabâ’iul Mulûk (1/235)
[20] Khutbah yang kesepuluh dalam Kitab Dhiyâ’ul Lâmi’
[21] Miftâh Dâris Sa’âdah (1/253)
[22] HR. Muslim (1847)Source:
almanhaj.or.id