Kolektor Memaki dan Menghina Nasabah di Depan Umum, DPRD Pekanbaru Minta Izin CIMB Niaga Dikoreksi

datariau.com
1.147 view
Kolektor Memaki dan Menghina Nasabah di Depan Umum, DPRD Pekanbaru Minta Izin CIMB Niaga Dikoreksi
dok.
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Fikri Wahyudi Hamdani SSos.

PEKANBARU, datariau.com - Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Fikri Wahyudi Hamdani SSos meminta Pemerintah Kota Pekanbaru dalam hal ini instansi yang mengurus masalah perizinan untuk mengkroscek perusahaan-perusahaan pembiayaan yang ada di Pekanbaru.

Ini menanggapi kasus kolektor yang bersikap kasar dan tidak sopan kepada nasabah berinisial WD yang terjadi malam tadi, Selasa (30/8/2016) di tempat kerja nasabah tersebut.

"Saya menghimbau Pemko Pekanbaru dalam hal ini instansi yang membidangi masalah perizinan. Coba tinjau ulang perizinan perusahaan pembiayaan yang ada di Pekanbaru. Sudah bener apa tidak tuh," katanya, Rabu (31/8/2016).

Fikri menjelaskan, masalah pembiayaan adalah kasus Perdata jika ingin dikasuskan. Perusahaan pembiayaan bisa menggugat nasabah ke Pengadilan Negeri Pekanbaru kalau menurut perusahaan si nasabah sudah bermasalah.
 
"Nah, prosedur ini yang harus mereka tempuh kalau ingin melakukan penarikan unit yang dibiayai. Kalau sudah menurunkan orang dan melakukan kekerasan baik itu berupa omongan maupun tindakan, ini sudah salah kaprah. Larinya nanti ke kasus Pidana lho," katanya.
 
Kalau sudah digugat, kata Fikri, baru prosedurnya berjalan. Apapun hasil sidang, nasabah dan perusahaan pembiayaan wajib mematuhinya.
 
"Ya kalau putusan sidangnya nasabah harus menyerahkan unit, ya berarti harus diserahkan. Begitu juga dengan putusan yang akhirnya memberi solusi lain, kedua belah pihak harus setuju," kata Fikri.
 
"Mana bisa menghakimi nasabah dengan teror dan kata-kata kasar. Bisa kacau ini," lanjutnya.

Baca juga: Nasabah CIMB Niaga Mengaku Dihina dan Dipermalukan di Depan Umum Oleh Oknum Kolektor

Rencananya, korban akan melaporkan perkara ini dengan kasus pencemaran nama baik, dan membuat malu korban di depan umum ke pihak yang berwajib.

Kabar terakhir dari korban, posisinya saat ini sedang terpojok di tempat dia bekerja lantaran sudah dipermalukan. Dia juga saat ini menjadi perbincangan rekan-rekannya sekantor.

Penulis
: Efri
Editor
: Ummu SH
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)