PEKANBARU, datariau.com - DPRD Kota Pekanbaru mengapresiasi kesuksesan Densus 88 dan Polda Riau dalam mengungkap terduga pelaku terorisme yang ternyata mereka merupakan warga Kota Pekanbaru. Namun menjelang Natal ini, aparat diminta tetap waspada.
"Momen Natal dan Tahun Baru sering kali dimanfaatkan orang-orang tertentu untuk melakulan aksi kejahatan dengan berbagai tujuan, makanya perlu diambil langkah antisipasi oleh kepolisian yang ahli dalam persoalan tersebut, disamping itu masyarakat kita harapkan ikut berpartisipasi melakukan pengawasan," ungkap Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PPP, H Zulkarnain SE MSi, Selasa (12/12/2017).
Persoalan teroris ini, kata Zulkarnain, bukan hal yang baru di Kota Pekanbaru, bahkan untuk Kota Pekanbaru Provinsi Riau sudah sempat beberapa kali terjadi penangkapan, untuk itu jika kali ini memang terbukti bersalah maka harus ditindak tegas tanpa ampun.
"Aparat kepolisian dan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan, terutama jelang Natal dan Tahun Baru, dimana momen-momen seperti ini tingkat kejahatan termasuk teroris sangat rawan terjadi," terangnya.
Zulkarnain menambahkan, masyarakat yang mengetahui adanya indikasi terduga teroris segera melaporkan kepada kepolisian atau aparat setempat seperti Ketua Perumahan, RT atau RW.
"Hindari ajaran-ajaran yang menyimpang yang mengarah kepada tindakan terorisme," pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, empat orang terduga teroris berhasil diamankan Tim Densus 88 Anti Teror di 3 lokasi terpisah yang ada di Riau, yakni Kampar, Pekanbaru dan Bengkalis, Senin (11/12/2017).
Keempat terduga teroris ini ditangkap dini hari di lokasi di wilayah Riau. Dua orang ditangkap di Kabupaten Kampar, satu orang di Pekanbaru, dan satu orang lagi di Kabupaten Bengkalis. Keempat tersangka itu berinisial Aj (45), DG (23), RR (27), dan DR (26).
Peran mereka berbeda terkait dugaan teroris. Untuk pelaku Aj pria kelahiran Pekanbaru ini beralamat rumah di Jl Sultan Taha, Desa Bungo Timur, Kecamatan Pasar Muara, Kabupaten Muara Bungo, Jambi. Alamat saat ia ditangkap berada di Perum Karya Indah Lestari, Jl Raya Luntas Petapahan, Kec Tapung, Kab Kampar.
Aj ikut merencanakan penyerangan Mako Brimob Pamenang, Jambi. Ikut merencanakan penyerangan Polsek Payakumbuh, Polda Sumatera Barat (Sumbar) juga ikut merencanakan pembakaran Polres Damasraya, di Sumbar.
Pelaku DG ditangkap di rumahnya di Dusun Kampung Baru, Desa Pulau Jambu, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar. Pelaku DG ini ikut dalam latihan di Bukit Gema, Kecamatan Lipat Kain, Kampar. Dia juga mengetahui pembelian senjata rekannya bernama Wawan alias Abu Afif dengan melacak ATM-nya.
Pelaku RR diamankan di rumahnya di Jl Pandan Sakti, Kec Payung Sekaki, Pekanbaru. Pelaku ikut membeli senjata api bersama Wawan di Ogan Komering, Sumatera Selatan (Sumsel) pada 2016. Dia juga ikut latihan di Bukit Gema, Kampar. Begitu juga tersangka inisial Aj juga ikut latihan di tempat yang sama.
Terakhir adalah DR, warga Jl Karya Bakti, Payung Sekaki. Ia juga ikut dalam latihan di Bukit Gema, Kampar. Penangkapan ini berjalan aman tanpa ada perlawanan.
Keempat terduga teroris ini ditangkap berdasarkan hasil pengembangan dari tertangkapnya lima terduga teroris bulan lalu di Riau. Keempatnya mereka ini saling mengenal. Terduga teroris Aj merupakan bagian dari empat orang yang menyerang Polres Dharmasraya di Sumbar.