Waspada, Berita Hoaks Soal Covid Bertebaran di Medsos

Ruslan
752 view
Waspada, Berita Hoaks Soal Covid Bertebaran di Medsos
Foto: Net

DATARIAU.COM - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian RI, dr. Siti Nadia Tarmizi hari ini menegaskan kepada masyarakat untuk tidak percaya pada hoaks atau berita bohong terkait COVID-19 maupun seputar vaksinasi. Hal ini disampaikan mengingat masih banyaknya hoaks yang beredar terutama di media sosial dan memberikan informasi yang tidak benar kepada masyarakat.

?Karena hoaks itu betul-betul membahayakan diri kita dan orang lain,? tegas dr. Nadia, Jumat (16/7).

Dia mendorong masyarakat untuk bisa memastikan informasi berasal dari sumber resmi dan narasumber yang dapat dipercaya. Pemerintah, lanjutnya, juga telah menyediakan berbagai informasi resmi misal melalui situs KPCPEN yaitu covid19.co.id. Di situs tersebut ada kanal hoaks buster. Atau bisa mengakses melalui aplikasi ecovid19.co.id yang bisa diunduh di Playstore dan Appstore.

?Sudah banyak akses yang memudahkan kita untuk mengecek kebenaran informasi yang kita terima. Jadi jangan langsung percaya begitu saja dengan informasi yang beredar, khususnya di media sosial,? ujarnya.

Hal senada disampaikan, Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI), dr. Hermawan Saputra yang meminta masyarakat untuk betul-betul menyaring berita dan juga opini yang berkembang baik di media publik, maupun di media sosial. Dia mencontohkan, jika ada tokoh agama yang memberikan pernyataan tertentu, apakah tokoh agama ini betul-betul mewakili institusinya atau juga punya otoritas terkait dengan apa yang disampaikan.

?Hal itu harus diverifikasi supaya sejalan juga dengan tokoh agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI),? katanya.

Dia menambahkan, begitu juga jika ada tokoh kesehatan, entah itu dokter, perawat, bidan atau bahkan tenaga kesehatan lainnya, yang memberikan perspektif terkait COVID-19, maka informasi tersebut harus diselaraskan apakah tokoh kesehatan ini mewakili institusinya, profesinya, atau ada di bawah lembaga yang betul-betul kredibel. Hal tersebut agar bisa ditelusuri kapasitasnya. Atau misal ada tokoh masyarakat yang memang terlibat di dalam penanganan pandemi COVID-19, atau hanya opini yang berkembang di luar dari upaya pengendalian COVID-19.

?Kemampuan kita memverifikasi dari sumber resmi, itu yang akan memudahkan kita juga mempertanggungjawabkan apa yang menjadi materi atau bahan dari diskusi,? katanya.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)