SIAK, datariau.com - Salah seorang tokoh masyarakat Kampung Maredan Barat, Jumingan, mengajak warga Maredan Barat untuk menggunakan hak pilihnya di TPS pada Pilkampung pada 11 Nopember 2021 mendatang.
Jumingan mengajak warga etnis suku Jawa agar bersatu dalam memilih Bowo Suprapto yakni calon penghulu Maredan Barat nomor urut 2 itu.
"Saya mengajak bapak ibu masyarakat Maredan Barat, agar ikut serta dan gunakan hak pilihnya dan memilih calon penghulu nomor urut dua yakni Bowo Suprapto. Kita ketahui, bahwa Bowo Suprapto adalah calon Penghulu yang bersuku etnis Jawa. Di Maredan Barat, ada delapan puluh persen warga kita yang sukunya Jawa. Harapan saya, suara dari suku Jawa bisa menyatu dengan memilih Bowo Suprapto," kata Jumingan, Ahad (31/10/2021).
Menurut Jumingan, Desa Maredan Barat butuh pemimpin baru dan memahami permasalahan di tengah-tengah masyarakat. Salah satunya mengatasi pengangguran, dan pelayanan fasilitas yang prima.
"Warga kita banyak yang menganggur. Ada proyek pembangunan gardu listrik dikampung kita, namun yang bekerja itu banyak orang luar. Bukan penduduk dari Maredan Barat. Dalam amanah atau perjanjian kontrak politik Bowo Suprapto, dia berjanji akan mengakomodir warga yang membutuhkan pekerjaan di gardu tersebut. Maka, sudah sepantasnya kita warga Maredan Barat beralih ke Bowo Suprapto, agar ada perubahan di desa yang kita cintai ini. Kita membutuhkan pemimpin yang tegas, amanah dan terbuka dengan anggaran dana desa. Itulah harapan saya selaku masyarakat," ungkapnya.
Sekedar informasi, awak media mendapati informasi terdapat beberapa pekerja di proyek pembangunan gardu listrik berasal dari daerah lain seperti kota Pekanbaru, Medan.
Warga juga menyebutkan, bahwa untuk masuk menjadi pekerja di gardu tersebut harus memiliki rekomendasi dari penghulu yang kala itu dijabat oleh Aljufri.
"Ya saya mau kerja harus ada rekomendasi dari Penghulu. Kalau saya lihat kondisi saat ini, warga kita butuh yang namanya perubahan. Jangan yang lama lagi. Karena sudah dua periode, tapi hasilnya banyak kesan negatif saat dia membangun. Kalau dia bicara sudah banyak berbuat, ya itu sah-sah saja, karena dia kan mantan penghulu, pasti banggakan apa yang sudah diperbuatnya," kata salah seorang warga yang meminta namanya tidak tercantum.
Terkait persoalan tersebut, dihubungi mantan Penghulu Maredan Barat H Aljufri SSos melalui sambungan kontak seluler dan pesan singkat WhatsApp, Ahad (31/10/2021) siang. Dia mengatakan bahwa ada kesepakatan dan harus mengutamakan tenaga tempatan dengan membuktikan identitas diri seperti KTP dan KK.
"Karena kita ada semcam kesepakatan harus mengutamakan tenaga tempatan dengan dibuktikan KTP dan KK diperkuat dengan rekomendasi dari desa, maka itu setiap ada lowongan digardu orang itu menginformasikan kepada pemerintah setempat. Dia butuh tenaga kerja non skil maka kita menginformasikan kepada masyarakat siapa yang mau kerja alhamdulillah boleh dikatakan sekitar 65 persen itu tenaga lokal," tandasnya.(SM/Man)