TikTok Kalah Saing? Aplikasi Pengganti Ini Diserbu Netizen

Najwa
461 view
TikTok Kalah Saing? Aplikasi Pengganti Ini Diserbu Netizen
Foto: unsplash / Paul Hanaoka

DATARIAU.COM- YouTube Shorts mengalami pertumbuhan penayangan yang sangat signifikan dalam persaingan aplikasi video pendek vertikal, mencatat lonjakan hingga 200 miliar penayangan per hari hanya dalam waktu satu tahun.

Fitur yang menjadi pesaing utama TikTok ini menunjukkan dominasi yang semakin menguat di pasar konten video pendek. CEO YouTube Neal Mohan mengungkapkan layanan YouTube Shorts kini ditonton rata-rata 200 miliar kali setiap harinya, angka yang mencengangkan dalam industri media digital.

"Angka tersebut melesat dibandingkan tahun lalu. Pada Maret 2024, hanya 70 miliar kali penayangan per harinya atau bertambah 186%," kata Mohan seperti dikutip dari The Wrap, Kamis (19/6/2025).

Pertumbuhan YouTube tidak hanya terjadi pada fitur Shorts, tetapi juga pada layanan utamanya. Platform video terbesar di dunia ini mencatat pencapaian luar biasa dalam konsumsi konten melalui televisi, dengan pengguna menonton lebih dari 1 miliar jam setiap harinya melalui layar TV.

Dominasi YouTube di layar televisi semakin memperkuat posisinya sebagai platform streaming terdepan. "Bagi lebih dari 100 kanal YouTube yang paling banyak di dunia, TV merupakan layar yang paling banyak ditonton," ungkap Mohan, menunjukkan pergeseran pola konsumsi media dari perangkat mobile ke layar yang lebih besar.

Data dari Nielsen Gauge pada Mei 2025 memperkuat klaim tersebut, menunjukkan YouTube memimpin industri streaming selama empat bulan berturut-turut. Pangsa pasar YouTube mencapai 12,5%, jauh mengungguli kompetitor seperti Netflix yang hanya meraih 7,5%, Disney dengan 5%, dan Prime Video sebesar 3,5%.

Tren streaming melalui TV juga menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan, memimpin industri dengan pangsa pasar 44,8%. Angka ini berhasil mengalahkan TV kabel yang hanya mencatat 24,1% dan siaran broadcast tradisional dengan 20,1%, menandai perubahan fundamental dalam kebiasaan menonton masyarakat.

Meski demikian, para analis memperkirakan tren dominasi ini mungkin tidak akan bertahan selamanya. Nielsen memproyeksikan adanya pergeseran yang mungkin terjadi seiring dengan dimulainya musim olahraga dan siaran baru pada pertengahan tahun ini. "Tren ini bisa berlanjut hingga berbulan-bulan pada musim panas, namun keseimbangannya bisa bergeser kembali, setidaknya sementara, saat pertandingan sepak bola dimulai dan musim siaran baru dimulai," kata perwakilan Nielsen.***

Sumber:CNBCIndonesia

Penulis
: Najwa
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)