Seorang Perempuan Honorer di Meranti Ditangkap Polisi, Diduga Palsukan Identitas KPM BPNT

datariau.com
1.303 view
Seorang Perempuan Honorer di Meranti Ditangkap Polisi, Diduga Palsukan Identitas KPM BPNT

MERANTI, datariau.com - Unit Reskrim Polsek Merbau, Kamis (19/5/2022) lalu melakukan penahanan terhadap seorang wanita berinisial Ra (36), warga Desa Bandul, yang bertugas sebagai honorer Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Tasik Putripuyu, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Ia ditahan berdasarkan laporan warga ke Mapolsek Merbau pada Rabu (2/3/2022) lalu, karena diduga melakukan tindak pidana pemalsuan surat bagi keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan pangan non tunai (BPNT) di wilayah Desa Bandul.

Hal itu sebagaimana disampaikan Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Andi Yul LTG SH SIK MH, melalui Kapolsek Merbau Iptu Aguslan SH, Senin (23/5/2022).

Ia mengungkapkan kronologis kejadiannya, pada Jumat (22/1/2021), salah seorang korban bernama Lili mendatangi Bank Mandiri Cabang Bengkalis untuk menanyakan terkait dengan dana BPNT yang tidak dapat dicairkan olehnya di E-Warung Desa Bandul.

Kemudian pihak bank menyampaikan kepadanya, bahwa ia dan beberapa masyarakat lainya sudah dinyatakan meninggal dunia dalam surat yang dikirimkan oleh Ra selaku TKSK Tasik Putri Puyu.

Selanjutnya, pada Kamis (30/12/2021) siang, salah seorang warga (pelapor) menerima pesan Whatsapp dari Lili berupa foto lembaran surat dengan judul "Data BPNT yang meninggal beserta ahli warisnya Desa se-Kecamatan Tasik Putri Puyu Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2019".

Lalu, pelapor melihat pada lembaran surat dalam bentuk foto yang dikirimkan oleh Lili tersebut, ada terdapat salah satu nama pelapor dalam daftar nama-nama masyarakat Kecamatan Tasik Putri Puyu yang telah meninggal dunia selaku penerima BPNT yang dialihwariskan kepada Saharudin yang bukan keluarga kandung atau ahli waris dari pelapor.

"Merasa dirugikan dan tidak terima perbuatan Ra, korban melaporkannya ke kantor Polsek Merbau untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut," ungkap Aguslan.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)