Selain dengan Bripda Randy, Widya Pernah Jadi Korban Pelecehan Seksual di Kampus

Ruslan
145 view
Selain dengan Bripda Randy, Widya Pernah Jadi Korban Pelecehan Seksual di Kampus
Ilustrasi (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Universitas Brawijaya memberikan penjelasan terkait kasus pelecehan seksual yang dialami Novia Widyasari Rahayu (23).

Kasus pelecehan seksual yang menimpa Widya di lingkungan kampus, tak terkait kasus terbaru yang melibatkan sang kekasih, Bripda Randy. Widya ditemukan meninggal dunia di dekat makam ayahnya di Mojokerto, Jawa Timur pada 2 Desember 2021.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya Malang Prof Dr Agus Suman mengatakan, kasus pelecehan seksual yang terjadi pada 2017 dilaporkan Widya pada Januari 2020.

"Pada awal Januari 2020, NWR melaporkan kasus pelecehan seksual yang pernah dialaminya kepada Fungsionaris FIB UB," katanya dalam jumpa pers di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (5/12). Dilansir Antara.

Pelaku pelecehan seksual yang dilaporkan Widya tak lain kakak tingkatnya yang juga merupakan mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris FIB UB berinisial RAW. Usai menerima laporan, pihak kampus melakukan tindak lanjut dengan membentuk Komisi Etik.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap RAW, kakak tingkat Widya itu terbukti bersalah dan telah diberikan sanksi oleh pihak Universitas Brawijaya. Sementara untuk Widya diberikan pendampingan berupa pemberian konseling.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, RAW terbukti bersalah dan pihak UB memberikan sanksi serta pembinaan. Kemudian, pendampingan juga diberikan kepada NWR," katanya.

Berdasarkan informasi yang diterima, Widya dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dan cukup baik. "Namun kami mendapat kabar seperti memiliki permasalahan di keluarga," katanya.

Pihak universitas berduka akibat meninggalnya salah satu mahasiswa yang menimba ilmu di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FIB itu.

Agus menambahkan, kasus pelecehan seksual yang dialami Widya pada 2017 tidak memiliki hubungan dengan kasus baru yang melibatkan anggota kepolisian yakni Bripda Randy. Kasus pelecehan seksual yang terjadi di kampus sudah diselesaikan.

"Kasus yang dialami NWR pada 2017, tidak ada hubungannya, untuk di Universitas Brawijaya itu sudah selesai," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, perwakilan dari Kantor Lembaga Hukum (KLH) Universitas Brawijaya Lucky Endrawati menambahkan, Widya mengalami pelecehan seksual secara fisik dan verbal, para 2017 yang kemudian dilaporkan pada awal 2020.

"NWR mengalami kekerasan seksual berupa pelecehan seksual secara fisik dan verbal," katanya.

Universitas Brawijaya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya salah seorang mahasiswi berinisial NWR tersebut. Selain itu, pihak universitas juga mengapresiasi dan mendukung langkah cepat yang dilakukan oleh kepolisian dalam menangani kasus tersebut.

Pihak universitas tetap konsisten dan berkomitmen melakukan segala upaya untuk mencegah dan menangani setiap tindakan yang dikualifikasikan sebagai kekerasan seksual dan perundungan di lingkungan kampus berdasar peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kirim berita, hak jawab, laporan: 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)