Rakernas JKPI ke-IX, Siak Matangkan Persiapan

Hermansyah
667 view
Rakernas JKPI ke-IX, Siak Matangkan Persiapan
Bupati Siak, Drs H Alfedri MSi.

SIAK, datariau.com - Keikutsertaan Pemkab Siak pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-IX yang akan berlangsung di Kota Palembang, Sumatera Selatan pada 2-5 November 2022 mendatang.

Pada rapat itu, diharapkan dapat mempromosikan kekayaan Khazanah Budaya Siak berikut nilai-nilai kearifan lokalnya.

Hal itu disampaikan Drs H Alfedri MSi saat memimpin rapat persiapan keikutsertaan Kabupaten Siak pada pelaksanaan kegiatan tersebut di ruang rapat Zamrud Siak Sri Indrapura, Selasa (18/10/2022).

JKPI sendiri, kata Alfedri, merupakan sebuah organisasi beranggotakan pemerintah kabupaten/kota yang mempunyai keanekaragaman pusaka alam dan atau pusaka budaya (tangible dan intangible) bertujuan menjaga kelestarian pusaka alam, Benda Cagar Budaya (BCB) sebagai modal dasar membangun ke masa depan.

?Hari ini kita minta masukan dari OPD yang membidangi, apa yang dapat kita tampilkan di Rakernas JKPI di Palembang pada 2-5 November 2022 mendatang," sebut Bupati Siak itu.

"Saya ingin kita menampilkan kekayaan khazanah budaya dan kearifan lokalnya. Baik itu tradisi, kesenian dan inovasi produk lokal seperti kain tenun dan batik Siak yang dapat di pamerkan disana nantinya," kata Alfedri.

Untuk mematangkan persiapkan dari dinas terkait, saat ini tengah dipersiapkan dan menampilkan sebuah pagelaran kesenian daerah dalam bentuk tari yang akan dibawakan sanggar Tasik Seminai dan Sanggar Mahligai.

?Jadi, tolong dimatangkan penampilannya ya, termasuk stand pameran selain tenun dan batik Siak apa saja yang kita tampilkan, makanan khas juga dapat kita tampilkan," jelas mantan Ketua Presidium JKPI periode 2020-2022 itu.

Jaringan Kota Pusaka Indonesia saat ini beranggota 72 kabupaten/kota se-Indonesia. Selain itu, JKPI selalu mendorong peran aktif masyarakat dalam pelestarian pusaka.

Termasuk menginventarisasi kekayaan warisan pusaka dari anggota JKPI sehingga bisa mengembangkan pemahaman keberagaman alam dan budaya untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia.(***)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)