Polisi Selain Memburu KKB Juga Membongkar Mafia Obat di Papua

Ruslan
140 view
Polisi Selain Memburu KKB Juga Membongkar Mafia Obat di Papua
Foto: Net

DATARIAU.COM - Harga obat Covid-19 di Papua tembus Rp 25 juta, yang seharusnya seharga Rp 4 juta. ’’Ada satu obat yang harga normalnya Rp 4 juta, sekarang jadi Rp 25 juta,” kata Direktur Rumah Sakit Abepura, Dokter Daisy Christina Urbinas.

Daisy mengatakan itu dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19 yang dipimpin Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri dengan direktur rumah sakit se-Jayapura dan Keerom.

Karena itulah, Polda Papua kini punya dua tugas besar. Selain memburu kelompok kriminal bersenjata (KKB) bersama TNI, mereka juga fokus membongkar mafia obat.

Sebab, di masa pandemi ini, harga obat-obat terapi Covid-19 membubung tinggi.

Daisy menuturkan, rumah sakit yang dikelolanya saat ini mengalami kesulitan karena harga obat-obatan melonjak drastis.

Kenaikan harga yang tidak masuk akal itu sangat mencurigakan. Patut diduga mafia bermain.

Ia berharap Kapolda dan jajarannya bisa mengungkap penyebab kenaikan tersebut. ”Apakah benar ada mafia atau ada sebab lain,” ujarnya dalam keterangan tertulis Polda Papua, Minggu (25/7/2021).

Terkait KKB, Polda Papua dan TNI yang tergabung dalam Satgas Gakkum Ops Nemangkawi berhasil menangkap Osimin Wenda alias Usimin Telenggen, anggota KKB yang berstatus narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Abepura.

Osimin yang sudah lima tahun masuk daftar pencarian orang (DPO) dibekuk di Kampung Wandigobak, Kabupaten Puncak Jaya, kemarin.

Direktur Reskrimum Polda Papua Kombespol Faisal Ramadhani menyatakan, Osimin kini diinterogasi di Mapolres Puncak Jaya. ’’Dia mendapat vonis seumur hidup tahun 2014, tapi kabur dari Lapas Abepura pada 2018,’’ terangnya.

Osimin yang punya nama lain Ustel Bin Laden diketahui sering memalak sopir truk yang melintas di jalan baru menuju Philia. Dia juga terlibat dalam penyerangan Polsek Pirime pada November 2012.