PLN Rayon Rengat Ancam Cabut Izin Biro yang Pasang KWH Sembarangan

2.467 view
PLN Rayon Rengat Ancam Cabut Izin Biro yang Pasang KWH Sembarangan
PLN saat melihat kondisi KWH dipasang sembarangan. (foto: heri)
INHU, datariau.com - Biro PLN yang melakukan pemasangan dua unit KWH di sepotong kayu beloti terancam izin oprasinya dicabut. Hal ini ditegaskan Humas PLN Rayon Rengat Mariadi saat meninjau KWH ke lokasi dimana tempat pemasangan dua unit KWH yang tidak wajar tersebut, Rabu (4/2/2015) pagi tadi.

"Kita akan mencabut izin operasi bironya, pemasangan KWH seperti ini sudah menyalai aturan dan UU tentang PLN. Kita tidak hanya mencabut izin operasi biro, tapi kita juga akan panggil Kepala Ranting PLN Air Molek, apalagi dengan adanya kabel di atas tanah ini sangat berbahya sekali," ungkap Mariadi.

Humas PLN Mariadi juga berpesan bila ada menjumpai hal seperti ini lagi, meminta agar masyarakat menelpon dan melaporkan ke PLN. "Tolong telepon saya ya mas," tutupnya kepada wartawan datariau.com.

Dari data yang dapat di lapangan, kedua unit KWH ini dengan nomor seri 34013964761 dan 34013964449.

Memang sejak keluarnya KWH prabayar atau sistim pulsa di Kabupaten Inhu banyak ditemukan pemasangan KWH sesuka hati dan terkesan sembarangan.

Sebelumnya, masyarakat menemukan KWH di sebatang pohon kelapa sawit di Lingkungan III Kelurahan Tanah Merah, kini masyarakat dibuat terkejut lagi dua buah KWH aktif hanya dipasang di sebuah kayu bloti, lalu dibungkus plastik.

Dari pantauan langsung di lapangan, memang tampak dua KWH atau meteran PLN yang terpasang di tiang kayu yang hanya ditutupi bekas sepanduk dan plastik. Kedua KWH tersebut dalam posisi aktif. Kabel antar tiang listrik ke KWH dua unit tersebut bukan selayaknya kabel penyambungan pelanggan biasa, namun kabelnya terletak begitu saja di tanah yang mengancam keselamatan orang banyak.

Padahal tempat tersebut sering dijadikan tempat bermain anak-anak daerah ini. Kabel dialiri oleh arus tetu berbahaya. Siapa pemilik KWH tak wajar itu, warga mengaku tidak mengetahui secara pasti.

"Wah, KWH itu sudah lama seperti itu, kalau tidak salah sudah ada 1 tahun lebih kedua KWH terpasang. Setengah tahun yang lalu saya sudah kasih tahu pihak PLN Rayon Ranting Air Molek, mereka hanya janji mau melihat, tapi kenyataan sampai saat ini satupun dari mereka tidak ada yang datang," jelas warga saat itu.

Warga mengaku sudah sangat resah dengan keberadaan KWH aktif tersebut, karena saat hujan ada percikan api keluar dari salah satu kabel. "Kalau mas ada kenal orang PLN tolong lah mas kasih tahu agar segera ditindak," pinta warga ke wartawan. (her)
Tag:Pln
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)