Pemkab Siak Terbaik I Dalam Kinerja Aksi Konfergensi Penurunan Stunting di Provinsi Riau

Hermansyah
549 view
Pemkab Siak Terbaik I Dalam Kinerja Aksi Konfergensi Penurunan Stunting di Provinsi Riau
Bupati Siak, Drs H Alfedri MSi menerima penghargaan dari Pemprov Riau yang diserahkan oleh Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi.

PEKANBARU, datariau.com - Pemkab Siak dinobatkan Pemprov Riau sebagai Pemerintah Daerah terbaik satu untuk Kinerja Aksi Konfergensi Penurunan Stunting se-Provinsi Riau Tahun 2021.

Selain itu, Pemkab Siak juga menerima penghargaan sebagai kabupaten dengan Kinerja Paling Inovatif dalam Kinerja Aksi Konfergensi Penurunan Stunting Tahun 2021 di Provinsi Riau.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi yang diterima oleh Bupati Siak, Drs H Alfedri MSi di Pekanbaru, Senin (3/10/2022).

Dan pada kesempatan itu, dilaksanakan penandatanganan MoU Komitmen Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem oleh Bupati Siak bersama para Bupati dan Walikota se-Provinsi Riau dengan Gubernur Riau.

Bupati Siak, Drs H Alfedri MSi mengucapkan terimakasih kepada Provinsi Riau atas penghargaan yang diberikan kepada Kabupaten Siak dalam memberantas kemiskinan Pemkab Siak memiliki Program 1000 UMKM/tahun.

"Selaku Pemkab Siak kami mengucapkan terimakasih kepada Pemprov Riau atas penghargaan yang telah diberikan kepada kami. Tentunya akan menjadi semangat baru kami dalam memberantas stunting dan kemiskinan ekstrem," kata Alfedri.

Pemkab Siak memiliki program 1000 UMKM/tahun dimana kami bekerjasama dengan Baznas Siak dan perangkat kecamatan serta desa dalam membantu pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penanganan stunting.

"Kami juga sudah bekerjasama dengan PT RAPP bagaimana memonitoring melalui aplikasi penyebaran stunting di Kabupaten Siak," ucap Bupati Siak tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Muhadjir Effendy secara virtual menyapaikan Indonesia pada tahun 2024 harus terbebas dari kemiskinan ekstrem.

Dengan kata lain, di tahun 2024 mendatang kemiskinan ekstrem di Indonesia harus Nol Persen.

"Memberantas kemiskinan ekstrem dalam waktu dua tahun bukanlah hal yang mudah, tentu membutuhkan usaha dan percepatan serta perumusan yang benar-benar tercerna sebaik mungkin mengenai target," kata Muhadjir.

"Sasaran serta intervensi, untuk itu pembentukan Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstreme (P3KE) harus dilakukan agar pengumpulan data masyarakat miskin dari RT/RW dapat divalidasi oleh Disdukcapil," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi mengatakan, pihaknya akan bahu-membahu dalam mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem di Provinsi Riau.

"Sangat diperlukan unsur non pemerintah dalam mempercepat kesejahteraan masyarakat utamanya dalam percepatan kemiskinan ekstrem perlu dukungan dari TNI, Polri, swasta, masyarakat guna mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem di Provinsi Riau agar masyarakat Riau sejahtera," pungkasnya.(rls/man)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)