Pemkab Siak Raih Penghargaan dari Kemendagri di Makasar

Hermansyah
635 view
Pemkab Siak Raih Penghargaan dari Kemendagri di Makasar
Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Siak, Dr H Fauzi Asni MSi.

MAKASAR, datariau.com - Pemkab Siak menerima penghargaan sebagai kabupaten/kota terbaik peringkat pertama se-Provinsi Riau pada penilaian kinerja 8 aksi konvergensi penurunan stunting tahun 2021 dari Kemendagri yang diserahkan di Kota Makassar, Kamis (7/7/2022).

Penghargaan ini diterima langsung oleh Bupati Siak yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Siak, Dr H Fauzi Asni MSi.

Fauzi Asni mengucapkan syukur dan terimakasih kepada seluruh masyarakat, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak terkait atas prestasi yang telah diperoleh tersebut.

"Alhamdulillah hari ini Pemkab Siak menerima penghargaaan sebagai kabupaten/kota terbaik peringkat pertama se-Provinsi Riau pada penilaian kinerja 8 aksi konvergensi penurunan stunting tahun 2021," ucap Fauzi.

"Penghargaan ini diperoleh karena Kabupaten Siak dianggap komit dalam menurunkan stunting. Pada tahun 2019 prevalensi stunting Siak masih sebesar 27,79 persen, berada diatas prevalensi stunting nasional dan provinsi," jelas dia lagi.

"Namun setelah usaha, dan Kerjasama semua pihak, pada tahun 2021 prevalensi stunting di Kabupaten Siak turun menjadi 19 persen berada dibawah prevalensi stunting nasional, dan provinsi," ucap Fauzi.


Dikatakan mantan Kadis Pariwisata Kabupaten Siak itu, Pemkab Siak sendiri dalam RPJMD menargetkan pada tahun 2024 prevalensi stunting di Kabupaten Siak turun menjadi 13,79 persen.

Dan ini, sebut dia, berada dibawah target nasional dimana Presiden menargetkan prevalensi stunting dalam RPJMN pada tahun 2024 sebesar 14 persen.

Untuk mencapai target tersebut, tentu dibutuhkan kerja keras dan kerjasama semua pihak agar target tingkat prevalensi stunting di Kabupaten Siak dapat tercapai.

Pemkab Siak juga berkomitmen untuk terus menurunkan angka stunting yang ada melalui program-program yang ada, salah satunya dengan Program Bujang Kampung.

"Bupati Alfedri, dan Wakil Bupati Husni Merza turun langsung ke daerah-daerah menyediakan pelayanan administrasi serta kesehatan, dan meninjau balita yang terkena stunting, lalu dicarikan solusinya," jelas Fauzi Asni.

Sebelumnya, lanjut Fauzi Asni, pada penilaian kinerja kabupaten/kota dalam pelaksanaan intervensi stunting 2022 yang ditaja oleh Pemerintah Provinsi Riau, Wakil Bupati Siak sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) memaparkan program dan inovasi yang ada di Kabupaten Siak dalam intervensi dan penanganan stunting.

Dalam penilaian kinerja tersebut, Kabupaten Siak berhasil menduduki juara pertama, satu kategori Penilaian Kinerja Stunting dan Juara Pertama kategori Inovatif yang diikuti oleh 10 kabupaten/kota di Provinsi Riau.(rls/man)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)