Pemkab Siak Adakan Giat Gebyar AKS Riau Beraksi

Hermansyah
485 view
Pemkab Siak Adakan Giat Gebyar AKS Riau Beraksi
Wakil Bupati Siak H Husni Merza BBA MM.

SIAK, datariau.com - Wakil Bupati Siak H Husni Merza BBA MM menghadiri kegiatan Gebyar Audit Kasus Stunting (AKS) "Riau Beraksi" (Bersama Bergerak Intervensi) dalam rangka menurunkan stunting melalui virtual, di Puskesmas Siak, Rabu (22/2/2023).

Kegiatan Gebyar AKS dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Provinsi Riau dan diikuti oleh 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau secara virtual.

Dimana bersamaan dengan AKS ini, dilakukan pelayanan Keluarga Berencana (KB) serentak di seluruh wilayah Provinsi Riau. Pelayanan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pencapaian keikutsertaan pasangan usia subur melalui program KB.

Husni Merza menyebutkan, Audit Kasus Stunting (AKS) merupakan aksi ke-7 dari 8 aksi konvergensi penurunan stunting, namun ada kebijakan dari provinsi dan pusat dalam melakukan audit. Hasil audit ini nantinya dilakukan rekomendasi dan dari rekomendasi tersebut ada intervensi-intervensi.

"Nah, itu yang akan kita kerjakan sesegera mungkin, supaya prevalensi stunting di tahun 2023 ini kita harapkan berada pada angka kalau dengan target saya sendiri dibawah 10 persen, artinya dibawah angka prevalensi tingkat provinsi dan tingkat nasional," sebutnya.

Dijelaskan Wabup Husni, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya dalam menurunan stunting, diantaranya dengan melaksanakan rapat internal bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting masing-masing OPD yang berkaitan dengan penurunan stunting.

Selanjutnya, juga akan melakukan intervensi kepada 1430 anak stunting se-Kabupaten Siak dari hasil pengukuran dan 108 anak stunting dari hasil survei ini yang menjadi target sasaran dalam penurunan stunting.


"Anak-anak stunting 1430 dan 108 tadi itu menjadi sasaran utama kita dalam melakukan intervensi, dalam intervensi ini kita melibatkan pihak swasta (perusahaan) yang ada di seluruh Kabupaten Siak," jelas Husni.

"Kita petakan yang anak-anak stunting ini berada di kecamatan mana saja, dan apa perusahaan terdekat yang ada disitu kita minta ikut serta paling tidak 3 bulan utama ini kita lakukan intervensi," ujarnya.

Kemudian, dikatakan Husni, kita minta mereka bertanggungjawab perusahaannya untuk memberikan bantuan kepada keluarga yang memiliki anak stunting ini supaya mereka dibantu Naturanya.

Husni menambahkan, Siak dan Mempura masuk dalam lokus stunting, untuk itu dia meminta kepada tim agar audit dilakukan di Siak. Karena, hampir semua mayoritas seluruh kelurahan dan kampung ada di Siak termasuk lokus.

"Saya minta Siak ini difokuskan dulu, kita mau ini selesai, apa yang ada didepan mata kita ini harus kita selesaikan, kita harus intervensi, supaya intervensi kita ini betul-betul efektif makanya kita lakukan audit, karena kalau audit ini memang melihat betul penyebab stunting tersebut," ungkap Husni.

"Dan tidak hanya sekedar tinggi badan tapi juga penyebab dari stunting itu sendiri apa. Sehingga berdasarkan hasil audit itu nanti tim pakar akan mengkaji, dan dari kajian itu ada rekomendasi, dan rekomendasi ini nanti yang akan kita kontrol, OPD mana yang akan melakukan intervensi atas rekomendasi dari hasil audit stunting," pungkasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Rasidah Alfedri dan Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Ananda Laila Putri.(***)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)