Miliki Narkotika Jenis Ekstasi, Operator Cafe Diamankan Tim Bono Polda Riau Yang Dibackup Polsek Limapuluh

Denni
219 view
Miliki Narkotika Jenis Ekstasi, Operator Cafe Diamankan Tim Bono Polda Riau Yang Dibackup Polsek Limapuluh

PEKANBARU, datariau.com - Tim Rainmas Ditsamapta Polda Riau yang dibackup Polsek Limapuluh mengamankan seorang operator Cafe berinisial BI alias Abeng (37) beserta rekannya AA (26) karena kedapatan memiliki narkotika jenis ekstasi, pada Senin (7/6/2021), di Cafe Primadona jalan Tengku Umar, Kelurahan Kota Tinggi, Kecamatan Pekanbaru Kota.

Dimana awalnya tim Bono Ditsamapta Polda Riau hendak melaksanakan giat Pekat guna menekan penyebaran covid-19, saat tim menegur tentang prokes, malah BI alias Abeng memperlihatkan gerak-gerik yang mencurigakan.

“Awalnya kami datang ke Primadona Cafe itu untuk menegur tentang prokes covid-19, namun saat kami lakukan peneguran BI alias Abeng sebagai operator bertindak mencurigakan lalu kami melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan BI,” ujar Ipda Eunike Sabrina Damanik yang didampingi Kanitreskrim Iptu Lukman saat menggelar press realese di Mapolsek Limapuluh, Selasa (8/6/2021).

Saat diperiksa barang bawaan BI alias Abeng benar saja, tim Bono Ditsamapta Polda Riau menemukan lima butir narkotika jenis ekstasi.

“Dari pemeriksaan itu, kita berhasil menemukan 5 butir ekstasi yang berada didalam kotak rokok Sampoerna Mild, dan dari pengakuan BI alias Abeng dia mendapatkan barang haram itu dari temannya berinisial AA, kedua tersangka ini kita langsung amankan dibackup polsek limapuluh, untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut,” ungkapnya.

Dikatakan Dantim Rainmas Shabara Polda Riau itu, bahwa dari pengakuan kedua tersangka tersebut mendapatkan barang haram itu dari orang yang tidak dikenal di kampung dalam.

“Dan dari keterangan BI Alias Abeng bahwa ekstasi itu untuk pesanan tamu, jadi memang sering ada pesanan dari tamu cafe, mereka ini memesan barang haram itu, jika ada tamu yang minta atau pesan, dan pengakuan kedua tersangka bahwa 5 butir itu akan dijual mereka dengan seharga Rp 1.750.000,” pungkas Ipda Eunike.

Sementara itu BI Alias Abeng, pada kesempatan diwawancarai mengatakan bahwa dirinya menyiapkan barang haram itu ketika ada tamu yang pesan.

“Barang ini dipesan kalau ada yang minta aja, keuntungan dari satu butir 100 ribu bang,” tuturnya singkat. (den)

Sumber
: Datariau.com