Masyarakat Tanjung Medan Rohil Senang Sudah Diterangi Listrik, Tapi Biayanya Mahal

2.042 view
Masyarakat Tanjung Medan Rohil Senang Sudah Diterangi Listrik, Tapi Biayanya Mahal
Manajer PLN Persero Rayon Bagan Batu Said Murtazak. (foto: samsul bahri)
TANJUNGMEDAN, datariau.com - Terkait telah masuknya Program Listrik Desa (Lisdes) di Kepenghuluan Seimeranti, Kecamatran Tanjung Medan, Rokan Hilir (Rohil) Riau, masyarakat merasa bersyukur karena rumah mereka diterangi lampu yang selama ini hanya mengandalkan penerangan tenaga Diesel. Namun mereka memiliki keluhan.

"Biaya administrasi PLN tinggi, membuat kami bertanya-tanya, sebab program lisdes tersebut sebelumnya tidak disosialisasikan," ungkap salah seorang masyarakat Anto, kepada datariau.com, Senin (23/2/2015).

Dikatakan masyarakat, biaya administrasi pemasangan KWH mencapai Rp 4.150.000, siap nyala tidak pernah disosialisasikan terlebih dahulu peruntukan uang sebanyak itu.

"Pokoknya sekian bayar dan siap nyala," tutur Anto lagi meniriukan ucapan pihak rekanan PLN. "Masyarakat tentu hanya mengiyakan saja," lanjut Anto.

Namun masyarakat terkejut karena baru diketahui dari beberapa masyarakat lain bahwa administrasi yang harus dipenuhi ke Rayon PLN Bagan Batu untuk KWH 1300 hanya Rp 1.280.000 saja.

"Kami mohon kepada pihak PLN jangan terlalu banyak ambil untung kepada masyarakat," pungkasnya.

Seorang biro pemasangan PLN yang dikonfirmasi wartawan, berinisial NS mengatakan, bahwa tingginya dana pemasangan KWH di rumah masyarakat merupakan kesepakatan pihak biro pemasangan dan pihak pemerintahan setempat.

"Dari Rp 4.150.000 tersebut, KWH yang 1300 diberikan kepada masyarakat. Sedangkan harga yang harus disetor ke PLN Rayon Bagan Batu hanya Rp 1.280.000 plus 350 per Kwh, untuk Manager PLN dan ada lagi uang pelicin lain demi permudah urusan," terangnya.

Di lain tempat, Manajer PLN Persero Rayon Bagan Batu Said Murtazak, saat ditemui datariau.com di kantornya mengatakan, bahwa dirinya tidak pernah menghimbau maupun menerima uang dari pemasangan KWH sebesar Rp 350.000 seperti dimaksudkan oknum tersebut, apa lagi uang pelicin lainnya.

"Saya tidak ada menerima uang yang disebutkan itu dan tidak benar saya ada terima uang pemasangan kwh tersebut," paparnya membantah.

Selain itu, Said Murtazak menegaskan, mengenai tidak adanya sosialisasi kepada masyarakat tentang berapa tarif dasar pemasangan Kwh kepada pelanggan, hal itu sudah ia lakukan pada bulan Mei tahun lalu melalui pemerintahan desa dan masyarakat yang mewakili di desa itu. Namun sayang, pihak Desa itu tidak menyampaikannya.

"Kami sudah sampaikan kepada masyarakat sebelum pemasangan KWH itu sudah sebelumnya," ujarnya. (sam)
Tag:Pln
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)