Mantan Manajer Sebut Facebook Kelabui Pengguna Dengan Dalih Lindungi Privasi

Ruslan
1.062 view
Mantan Manajer Sebut Facebook Kelabui Pengguna Dengan Dalih Lindungi Privasi
Foto: Net

DATARIAU.COM - Raksasa teknologi Facebook memang tengah menghadapi banyak masalah, setelah ada Whistleblower yang menyatakan bahwa Facebook telah memanfaatkan data para penggunannya. Facebook pun dituding mengelabuhi pengguna dengan mengatasnamakan perlindungan privasi.

Mantan manajer produk dan Whistleblower Facebook, Frances Haugen menjadi sorotan publik setelah mengungkap beberapa hal yang dinilainya tak sehat dari organisasi berbasis teknologi informasi tersebut. Berikut tiga tuntutan yang dirangkum Haugen sebagai sikapnya untuk keamanan dunia.

Haugen merangkum keresahannya akan Facebook melalui unggahan di akun Twitter, 26 Oktober lalu.

?Saat kekacauan mereda, saya berharap menggunakan Twitter untuk berbicara secara lebih rinci tentang dokumen, maknanya, dan pengalaman saya di Facebook. Silakan lihat saya sebagai sumber dan perspektif di bagian dalam organisasi yang cukup buram,? tulis Haugen.

Tiga tuntutan Haugen tersebut adalah mewajibkan transparansi untuk kepentingan kesadaran privasi dari Facebook, perhitungan dengan bahaya keterikatan berbasis rangking, dan solusi non konten untuk masalah tersebut.

?Kami membutuhkan alat selain sensor untuk menjaga keamanan dunia,? tulisnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Haugen bersaksi di depan Komite Parlemen Inggris. Kesaksian itu menyusul laporannya mengenai misinformasi dan ekstremisme di platform media sosial beserta efek berbahaya dari aplikasi Snapchat milik Facebook terhadap anak-anak.

Mengutip C-span.org, kesaksian itu dipakai pemerintah Inggris yang sedang mempertimbangkan undang-undang yang mengatur platform media sosial seperti Facebook. Di depan Ketua Blumenthal, Anggota Ranking Blackburn, dan anggota Subkomite mengungkap beberapa dokumen penting mengenai Facebook. (*)

Artikel asli: okezone.com

Tag:Facebook
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)