Kota Pekanbaru Panas “Bedengkang”, Listrik Padam Siang-Malam, Warga Minta Kompensasi PLN

datariau.com
46 view
Kota Pekanbaru Panas “Bedengkang”, Listrik Padam Siang-Malam, Warga Minta Kompensasi PLN

PEKANBARU, datariau.com - Cuaca panas yang menyengat atau biasa disebut warga Pekanbaru sebagai “bedengkang” semakin memperparah penderitaan masyarakat di tengah pemadaman listrik yang terjadi siang hingga malam dalam beberapa hari terakhir. Warga mengeluhkan aktivitas rumah tangga, pekerjaan, hingga akses internet terganggu akibat listrik yang kerap padam mendadak.

Pemadaman massal atau blackout terjadi sejak Jumat malam sekitar pukul 18.44 WIB. Hingga malam Minggu sejumlah kawasan di Pekanbaru seperti Panam, Jalan Soebrantas, Garuda Sakti, Jalan Sudirman, Arifin Achmad hingga Simpang Tiga dilaporkan gelap gulita selama berjam-jam.

Kondisi tersebut memicu keluhan luas masyarakat karena suhu udara Pekanbaru yang panas membuat rumah-rumah terasa pengap saat kipas dan pendingin ruangan tidak dapat digunakan. Banyak warga mengaku kesulitan tidur dan harus keluar rumah mencari tempat yang lebih sejuk.

Seorang warga Labuhbaru, Afifah, mengatakan listrik padam secara tiba-tiba selepas Magrib dan belum kembali menyala cukup lama. Sementara warga lainnya mengaku aktivitas kerja terganggu karena komputer dan jaringan internet tidak dapat digunakan.

“Panas kali, rumah jadi pengap. Anak-anak rewel, tidur pun susah,” keluh seorang warga.

Keluhan serupa juga datang dari kalangan pekerja dan pelajar. Warga bernama Adha Nuraya menyebut pemadaman listrik membuat pekerjaannya tertunda karena seluruh aktivitas mengetik dan pengiriman data bergantung pada listrik dan internet. Ia juga khawatir alat elektronik rusak akibat listrik yang sempat hidup-mati berulang kali.

Tak hanya rumah tangga, pemadaman juga berdampak pada jaringan telekomunikasi. Banyak warga mengeluhkan sinyal seluler dan koneksi internet ikut lumpuh ketika blackout terjadi. Lampu lalu lintas di sejumlah persimpangan juga padam sehingga membuat arus kendaraan sempat terganggu.

Termasuk orang nomor 1 di Kota Pekanbaru, yakni Walikota Pekanbaru Agung Nugroho juga terdampak akibat pemadaman listrik dalam jangka waktu tidak sebentar, dimana ikan koi peliharaannya mati tak tersisa.

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau menyatakan gangguan terjadi akibat terpisahnya sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara dan Sumatera Bagian Tengah. PLN menyebut tim teknis telah diterjunkan untuk melakukan pemulihan sistem dan investigasi penyebab gangguan.

Namun di tengah kondisi panas ekstrem yang dirasakan warga, muncul tuntutan agar PLN memberikan kompensasi kepada pelanggan terdampak. Sejumlah warga menilai pemadaman berulang menyebabkan kerugian ekonomi, mengganggu pekerjaan, hingga merusak kenyamanan masyarakat.

“Apakah PLN mau ganti rugi? Karena secara ekonomi juga terganggu,” ujar Adha Nuraya, warga Pekanbaru.

Warga berharap PLN tidak hanya meminta maaf, tetapi juga memberikan kepastian terkait kompensasi sesuai hak pelanggan serta memastikan pemadaman tidak terus berulang, terutama saat cuaca Pekanbaru sedang panas-panasnya.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)