Perspektif DR fadli zon

Keberadaan Oligarki dalam Industri Media Turunkan Kualitas Demokrasi

Ruslan
1.379 view
Keberadaan Oligarki dalam Industri Media Turunkan Kualitas Demokrasi
Wakil Ketua DPR Fadli Zon (Fajar.co.id)

DATARIAU.COM - Akhir Orde Baru memang telah menciptakan keterbukaan dan kebebasan pers dalam hampir seperempat abad terakhir. Namun, menurut sejumlah riset, kebebasan itu lebih banyak dinikmati para oligark ketimbang dinikmati publik.

Menurut riset Merlyna Lim (2012), misalnya, industri media massa di Indonesia dikuasai 13 grup saja. Dari jumlah tersebut, menurut Ross Tapsell, dalam bukunya ?Media Power in Indonesia: Oligarchs, Citizens and the Digital Revolution?, pada tahun 2017 jumlahnya telah menyusut jadi tinggal delapan.

Regulasi yang berlaku di Indonesia sesudah Reformasi, menurut Tapsell, telah gagal membatasi konsentrasi kepemilikan media.

Di Hari Pers Nasional ini, menurut saya, isu tentang oligarki dalam industri media ini perlu diangkat. Selama ini diskusi tentang oligarki di negeri kita hanya dihubungkan dengan institusi politik saja, seolah-olah gejala tersebut tak terjadi di tempat lain.

Padahal, praktik oligarki dalam industri media bukan hanya telah mempengaruhi kualitas jurnalisme, tapi juga kualitas demokrasi di negeri kita.

Dengan kekuatan kapitalnya, oligarki dalam industri media telah menciptakan ekosistem media massa yang oligopolistik. Mereka bisa memperalat media untuk kepentingan politik para pemiliknya.

Praktik oligarki ini, baik dalam partai politik maupun industri media, meminjam artikel Dan Slater (2018), ?Party Cartelization, Indonesian-Style: Presidential Power-Sharing and the Contingency of Democratic Opposition? (2018), merupakan penjelasan utama kosongnya oposisi dalam sistem demokrasi Indonesia. Tanpa kehadiran oposisi, sistem demokrasi Indonesia pada dasarnya hanya menjadi pelembaga status quo. (*)

Source: law-justice.co

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)