Kasus Covid-19 di Dunia Tembus 300 Juta

Ruslan
942 view
Kasus Covid-19 di Dunia Tembus 300 Juta

DATARIAU.COM - Jumlah total kasus Covid-19 yang dilaporkan di seluruh dunia melewati 300 juta pada hari Jumat (7/1/2022), dengan penyebaran cepat varian Omicron membuat rekor infeksi baru di puluhan negara dalam sepekan terakhir.

Dalam tujuh hari terakhir, 34 negara telah mencatat jumlah kasus mingguan tertinggi sejak awal pandemi, termasuk 18 negara di Eropa dan tujuh di Afrika, menurut hitungan AFP berdasarkan angka resmi.

Meskipun jauh lebih menular daripada varian Covid-19sebelumnya, Omicron tampaknya menyebabkan gejala penyakit yang lebih ringan daripada pendahulunya.

Varian itu mendorong dunia untuk mencatat 13,5 juta kasus dalam minggu lalu saja, atau 64 persen lebih tinggi dari tujuh hari sebelumnya. Namun, rata-rata kematian global turun 3 persen.

Otoritas kesehatan masyarakat Prancis mengatakan, risiko rawat inap sekitar 70 persen lebih rendah untuk Omicron, mengutip data dari AS, Inggris, Kanada, dan Israel.

Namun dengan rata-rata global 2 juta kasus baru yang terdeteksi setiap hari, para ahli memperingatkan jumlah yang sangat banyak mengancam untuk membanjiri sistem kesehatan.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, Omicron tidak boleh dikategorikan ringan, karena "membuat orang masuk rumah sakit dan bisa membunuh orang".

"Faktanya, tsunami kasus sangat besar dan cepat, sehingga membanjiri sistem kesehatan di seluruh dunia."

Penyebaran Omicron sejak terdeteksi enam minggu lalu telah mendorong banyak negara untuk melakukan lebih banyak vaksinasi dan mengetatkan kembali pembatasan.

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan pada hari Jumat, akses ke bar dan restoran negara itu akan dibatasi untuk mereka yang telah divaksinasi sepenuhnya atau telah pulih dari virus, serta mereka yang dapat memberikan hasil tes negatif.

Namun, orang yang telah menerima suntikan booster akan dibebaskan dari persyaratan tes.

Di negara tetangga Austria, Kanselir Karl Nehammer baru saja dinyatakan positif Covid-19.

"Tidak ada alasan untuk khawatir, aku baik-baik saja," katanya.

Di Prancis, Presiden Emmanuel Macron mengeluarkan komentar kontroversial di mana ia bersumpah untuk "membuat kesal" orang yang tidak divaksinasi sampai mereka disuntik.

"Orang-orang bisa kesal tentang cara berbicara yang tampaknya bahasa sehari-hari, tetapi saya sepenuhnya mendukungnya," katanya, menambahkan: "Saya kesal dengan situasi yang kita hadapi".

Di India, peningkatan jumlah kasus yang dipicu Omicron telah membuat kekhawatiran akan kembalinya hari-hari pandemi tergelap di negara itu tahun lalu, ketika ribuan orang meninggal karena Covid-19 setiap hari.

Tag:Covid
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)