Jokowi Effect Tidak Mampu Berperan Dalam Mendongkrak Elektabilitas PSI

ranialvira
925 view
Jokowi Effect Tidak Mampu Berperan Dalam  Mendongkrak Elektabilitas PSI
Foto : bisnis.com
Presiden Joko Widodo dan dan ketua umum PSI Kaesang Pangarep

DATARIAU.COM - Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia membeberkan penyebab Jokowi Effect tidak terasa dan tidak mampu dongkrak elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang kini digawangi Kaesang Pangarep.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan survei kepada masyarakat sebelum Pemilu 2024 digelar di Indonesia, hasilnya kurang dari 60 persen masyarakat yang mengenal PSI.

"Dari mereka yang kurang 60 persen kenal PSI itu adalah masyarakat kalangan menengah ke atas," tuturnya di Jakarta yang dikutip dari bisnis.com pada Rabu (28/2/2024).

Sementara itu, Burhanuddin mengatakan bahwa Presiden Jokowi lebih banyak dikenal masyarakat kalangan menengah ke bawah, sehingga dianggap wajar jika pendukung Jokowi banyak yang tidak kenal dengan PSI, apalagi Kaesang Pangarep yang kini jadi Ketum PSI.

"Nah kelas menengah ke bawah, itu tidak tahu PSI dan tidak tahu Kaesang jadi Ketua Umum PSI. Itu yang membuat Jokowi Effect kurang maksimal terhadap PSI," katanya.

Meskipun demikian, menurut Burhanuddin, Jokowi Effect sangat terasa di pertarungan Pilpres Pemilu 2024. Menurutnya, ada 87 persen masyarakat mengetahui bahwa paslon Prabowo-Gibran mendapat endorse dari Presiden Jokowi.

"Apalagi dibantu oleh strategi dari PDI-Perjuangan dan Ganjar yang mendisosiasi dengan kritikan keras ke Pak Jokowi. Nah itu, yang menyebabkan efek Pak Jokowi di pilpres di monopoli oleh 02," ujarnya.

Berdasarkan penghitungan cepat oleh Lembaga Survei Indonesia pada Kamis (15/2/2024), PSI hanya memperoleh suara sebesar 2,9%. Sementara itu, penghitungan cepat Indikator Politik pada Jumat (16/2/2024) mencatat bahwa PSI hanya mengantongi 2,81% suara nasional dalam Pileg 2024 dikutip dari nawacitapost.com

Data penghitungan cepat oleh Poltracking Indonesia pada Sabtu (17/2/2024) juga menunjukkan bahwa PSI hanya mendapatkan 2,89% suara dalam Pileg 2024.

Sementara itu, berdasarkan data rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) per 29 Februari 2024, dengan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) terhimpun sebanyak 65,48 persen atau 539.054 dari 823.236, diketahui PSI hanya memperoleh 2.164.636 atau 2,86 persen. ***


JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)