Inilah Kabupaten Kampar dengan Kearifan Lokal Budaya di Masyarakat yang Terjaga

datariau.com
7.588 view
Inilah Kabupaten Kampar dengan Kearifan Lokal Budaya di Masyarakat yang Terjaga

BANGKINANG KOTA, datariau.com - Kabupaten Kampar Provinsi Riau terkenal dengan ragam adat dan budaya yang dilestarikan sebagai warisan leluhur bagi bangsa Indonesia.

Adat bersandi syara, syara bersandi kitabullah, pepatah itu dijunjung tinggi masyarakat Kabupaten Kampar yang bermakna: Adat berlandaskan syariat, syariat berlandaskan Al-Quran.

Sehingga masyarakat Kabupaten Kampar melestarikan adat yang tidak menyimpang dari syariat Islam yakni aturan-aturan yang ada dalam Kitab Suci Al-Quran. Ada yang tidak merusak akidah.

Seluruh komponen di Kabupaten Kampar berkomitmen untuk menjadikan masyarakat yang berbudaya, segala perilaku seluruh komponen masyarakat haruslah berlandaskan pemikiran logis yang berakal budi, dan menghormati serta menjunjung tinggi nilai-nilai adat istiadat yang dianut dan berlaku dalam masyarakat Kabupaten Kampar.

Seluruh komponen Kabupaten Kampar memiliki kesungguhan hati untuk menjadikan masyarakat yang berdaya, yaitu dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan guna menjadikan dirinya pesaing yang tangguh menghadapi persaingan global dan terpenuhinya kebutuhan manusia yang layak serta diperlakukan secara adil.

Seluruh komponen Kabupaten Kampar bertekad untuk menjadikan masyarakat yang agamis dimana dalam segala aspek kehidupan yang dijalankan selalu dilandasi nilai-nilai keagamaan, karena Kabupaten Kampar selama ini dikenal sebagai Serambi Mekah Propinsi Riau.

Agar adat dan budaya di Kabupaten Kampar terus dilestarikan, salah satu cara melestarikan adat dan budaya tersebut pemerintah Kabupaten Kampar mengadakan acara besar yaitu acara Bagholek Godang Festival yang diadakan langsung di Bangkinang, Sabtu malam (6/8/2022) silam.

Bagholek Godang ini penggambaran adat istiadat serta budaya yang berharga di Kabupaten Kampar dan merupakan warisan bagi Bangsa Indonesia, melepas Pawai Budaya atau karnaval dan adat istiadat di depan rumah dinas Bupati Kampar.

Adat istiadat dan budaya Kabupaten Kampar yang mulai terkikis zaman maka dengan adanya iven pawai adat Kabupaten Kampar perlu dilestarikan untuk mempertahankan nilai budaya nenek moyang, sangat perlu direvitalisasi dalam proses kehidupan sehari-hari sebagai media pemersatu.

Adat istiadat harus tetap terjaga dan tidak boleh hilang dimakan zaman. Dengan demikian akan tercipta saling menghargai, menghormati dan bersatu dalam keberagaman serta kepedulian tinggi.

Pemerintah Kabupaten Kampar mengadakan pawai ini merupakan semata-mata untuk kegiatan yang positif sebagai alat pemersatu. Pasalnya dengan kebersamaan, semua masyarakat Kampar bisa saling menjaga dalam melestarikan adat budaya Kampar.

Pemerintah mengupayakan untuk meningkatkan kepedulian terhadap budaya diperlukan juga kepedulian dari masyarakat agar tumbuh dan kuat, InsyaAllah kita dapat mewujudkan adat istiadat yang lestari, terjaga sehingga menjadi kearifan lokal Kampar.

Banyak yang hadir diacara tersebut seperti, Wakil Ketua DPRD Kampar Fahmil, Sekda Yusri, Dandim 0313/KPR Letkol (Arh) Mulyadi, Kajari Bangkinang Arief Budiman, Danyon 132/BS Letkol (Inf) Ahmad Fauzi, Polres Kampar Mewakili Bupati Rokan Hulu Sekretaris Perpustakaan Rohul Nelly, Vice President sales IMTEK Shinta Nasution serta para Pejabat dan Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Kampar.

Pawai Budaya itu diikuti oleh seluruh OPD di lingkungan Pemkab Kampar, paguyuban, komunitas seni dan budaya, BUMD/BUMN, instansi vertikal dan perusahaan yang beroperasi di Kampar.

Dengan adanya pawai budaya ini, generasi muda dapat mengenal adat istiadat dan budaya Kabupaten Kampar sehingga tetap lestari hingga dikenal sampai ke anak cucu.

Pemerintah yakin Kabupaten Kampar akan semakin maju di segala bidang jika selalu mempertahankan adat dan budaya. Adat serta budaya menjadi alat pemersatu untuk memajukan pembangunan.

Karnaval dimulai dengan penampilan marching band dari Satpol PP Kabupaten Kampar. Selanjutnya secara bergantian disusul oleh perwakilan dari instansi pemerintah, masyarakat kecamatan, desa hingga paguyuban.

Meski dikenal sebagai daerah Ughang Ocu dan Melayu, karnaval ini juga menampilkan seni budaya dari daerah lain. Sebut saja Sunda, Jawa, budaya Nias, Sumatera Barat serta daerah lainnya dari ragam belahan Nusantara.

Disusun oleh: Norhapilah (Mahasiswi Ilmu Administrasi Negara Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)