Ikuti Rakor Terkait DAK, Pj Bupati Kampar Minta Bappenas Prioritaskan Sektor Pertanian

datariau.com
1.114 view
Ikuti Rakor Terkait DAK, Pj Bupati Kampar Minta Bappenas Prioritaskan Sektor Pertanian
Foto: Diskominfo Kampar
Tampak Pj Bupati Kampar H Hambali SE MH ikuti Rakor dan Audiensi DAK tahun 2025 bersama Bappenas RI, Senin (18/3/2024).

BANGKIANG KOTA, datariau.com - Pj Bupati Kampar H Hambali SE MH ikuti Rapat Koodinasi (Rakor) dan Audiensi Kabupaten Kampar Perihal Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2025 bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI yang dilaksanakan secara Virtual di ruang Command Center Kantor Bupati Kampar, Senin (18/3/2024).

Rakor tersebut dipimpin Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa yang diwakili Direktur Pangan dan Pertanian Jarot Indarto SP MT MSc PhD dari Direktorat Sumber daya Air Bappenas RI.



Dalam Rakor ini, Pj Bupati Kampar minta kepada Bapenas agar dalam pemberian bantuan Dana Alokasi Khusus dari pusat nantinya lebih fokus kepada sektor pengembangan pertanian.

“Di Kabupaten Kampar sendiri, saat ini masyarakat sudah banyak meninggalkan sektor pertanian. Sawah sudah banyak terlantar, sementara kita masih berharap dan menopang dalam sektor pertanian itu,” ucap Hambali.

Pj Bupati Kampar memaparkan di Kabupaten Kampar ini telah terjadi alih fungsi dari pertanian keperkebunan kelapa sawit.

“Kedepan kita harus mendorong agar memotivasi masyarakat menjadi petani secara modern. Untuk itu, saat ini kita mesti lebih banyak memberikan bantuan alat modern. Sebanyak 10 item termasuk Alinstan menjadi permintaan usulan Pemda Kampar saat ini,” kata Hambali.

Pj Bupati Kampar merincikan bahwa nantinya Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Pertanian akan mengusukan terkait dengan pengembangan irigasi, pengembangan jalan tani, pengadaan Traktor, Hidrotiller, Motor, Hand Traktor Rotary serta Cultivator.



Sementara itu Pj Sekda Kampar Drs Yusri menambahkan, bahwa lahan pertanian di Kampar saat ini lebih kurang 3.220 lahan pangan berkelanjutan. Sementara untuk lahan pertanian berdasarkan RTRW memiliki 6.319 hektare.

“Kedepan mungkin ribuan hektar lahan sawah alih fungsi ke perkebunan sawit, hal ini diakibatkan sulitnya irigasi. Salah satu contoh irigasi atau Bendungan yang terdapat di kampar yang dibangung zaman Jepang, bendungan ini sekarang rusak dan bocor,” kata Yusri.

Terkait hal tersebut Pj Sekda Kampar melanjutkan bahwa bendungan ini bisa mengaliri ribuan hektar sawah, dengan demikian Pemda Kampar meminta bantuan pusat dalam perbaikan ini dengan anggran biaya lebih kurang Rp 17 miliar.



Sementara Direktur Pangan dan Pertanian Jarot Indarto SP MT MSc PhD, dalam kesempatan ini menyambut baik apa yang menjadi permintaan Pemda Kampar di sektor pertanian.

Jarot menjelaskan untuk irigasi sendiri, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian pada tahun 2024 melalui Dana Alokasi Khusus menganggarkan dana untuk infrastruktur irigasi sebesar Rp 1,6 miliar.

Dalam rakor itu, turut hadir Kaban Bapeda Kampar Ardi Mardiansyah SSTP MSi, Kadis Pertanian Nurilahi Ali SP, Kadis PU Afdal ST, dan Kadis Ketahanan Pangan Drs Muhammad MSi. (kmf)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)