SIAK, datariau.com - Wakil Bupati Siak, H Husni Merza BBA MM membuka kegiatan Evaluasi Rencana Tindak Lanjut Audit Kasus Stunting (AKS) Kabupaten Siak, "Cegah Stunting itu Penting, Menuju Generasi Siak Sehat, Cerdas dan Sejahtera, di ruang Raja Indra Pahlawan Kantor Bupati Siak, Selasa (6/12/2022).
Kegiatan audit stunting menjadi upaya yang sangat strategis, dalam penanggulangan stunting secara komprehensif sebagai bagian dari monitoring dan evaluasi.
Sehingga dibutuhkan dukungan dan bantuan dari semua pihak, untuk menyukseskan percepatan penurunan stunting di Indonesia pada akhir tahun 2024.
Husni Merza menyebutkan, selaku Ketua Pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Siak, dia menekankan kepada semua pihak yang terkait agar melaksanakan rencana tindaklanjut hasil audit kasus stunting secara optimal sesuai dengan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang telah disusun.
"Dengan dilaksanakan RTL yang sesuai dengan rekomendasi dari tim pakar, diharapkan adanya perubahan maupun perbaikan dalam tata laksana penanganan kasus stunting. Sehingga berdampak positif terhadap kelompok sosial yang beresiko stunting menjadi lebih sehat dan baik kondisinya," kata Wabup Husni.
Dijelaskan Husni, percepatan penurunan stunting menjadi Program Prioritas Nasional dimana berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021 pravelensi Kabupaten Siak pada angka 19 persen.

Angka ini memang dibawah angka provinsi yakni 23,3 persen dan nasional 24,4 persen, bahkan angka pravelensi stunting di Kabupaten Siak berada dibawah standar WHO yaitu 20 persen.
"Namun demikian kita masih harus berkerja keras dalam mengejar target penurunan stunting yang ditetapkan oleh Presiden dan Wakil Presiden," ucap Husni.
"Dimana tahun 2024 se-Indonesia pravelensi nasional itu pada angka 14 persen. Ini tidak mudah, menurunkan 5 persen dari 19 persen ke 14 persen ini perlu kerja keras serta kerjasama yang ulet dan gigih," ujarnya.
Wakil Bupati Siak menyebutkan, dalam memastikan hasil survey tersebut, dapat dengan menggambarkan kondisi yang sesungguhnya sesuai di Kabupaten Siak.
"Maka, saya mengharapkan kepada TPPS dari tingkat kabupaten hingga level desa, termasuk satgas penurunan stunting dan semua kader yang terlibat dalam menangani stunting untuk bersama-sama mengawal serta memantau proses pelaksakaan SSGI di Kabupaten Siak nantinya," jelasnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Siak, Noni Poningsih menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk identifikasi resiko serta mencari tahu penyebab terjadinya kasus stunting.
Dikatakan Noni, sehingga masalah stunting dapat diatasi dan tidak terjadi lagi kasus yang serupa dengan anak yang sama.
"Kegiatan Evaluasi Rencana Tindak Lanjut Audit Kasus Stunting (AKS) Kabupaten Siak ini, diharapkan dapat menjadi media dalam melakukan evaluasi," kata Noni.
"Kemajuan implementasi rencana tindaklanjut hasil audit kasus stunting sebagai bentuk intervensi atau penanganan kepada kelompok sasaran yang beresiko tingg," jelasnya.
Kegiatan Evaluasi Rencana Tindak Lanjut Audit Kasus Stunting (AKS) diikuti 150 orang peserta terdiri dari Tim Percepatan Penurunan Stunting Kecamatan, Tim Penggerak PKK Kecamatan, Kepala Puskesmas, Dokter dan Bidan Puskesmas, Ahli Gizi Puskesmas se-Kecamatan di Kabupaten Siak dan OPD terkait.(***)