Husni Merza: Tingkat Prevalansi Stunting Di Kabupaten Siak Turun Dari Tahun Sebelumnya...

Hermansyah
738 view
Husni Merza: Tingkat Prevalansi Stunting Di Kabupaten Siak Turun Dari Tahun Sebelumnya...
Wakil Bupati Siak H Husni Merza BBA MM.

PEKANBARU, datariau.com - Wakil Bupati Siak H Husni Merza BBA MM memaparkan hasil penilaian kinerja kabupaten/kota, dalam pelaksanaan aksi konvergensi stunting Kabupaten Siak tahun 2023, berlangsung di Hotel Aryaduta, Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (29/5/2024).

Wakil Bupati Siak H Husni Merza BBA MM di dampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Fauzi Asni, Kadis Kesehatan Benny Chairuddin, Kadis PMK Muhammad Arifin, Kadis Sosial Wan Idris, Kadis DP3AP2KB Noni Paningsih, Kabid PPM Widia Sari dan Kabid IKPS Diskominfo Siak Wendi Lasta Febrian.

Berdasarkan hasil survei kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stunting di Provinsi Riau tahun 2023 sebesar 13,6 persen.

Hasil ini lebih rendah dibanding pencapaian nasional 21,5 persen. Hal itu, merupakan pencapaian luar biasa bagi Provinsi Riau menempati urutan ketiga terendah setelah Provinsi Jambi dan Bali.

Husni menjelaskan berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, angka prevalensi stunting Kabupaten Siak berada diangka 22,00 persen, naik dibandingkan tahun 2021 sebesar 19 persen.

Dikatakan Husni, jika prevalensi stunting di Kabupaten Siak berada di angka satu digit. Maka fokus utamanya bukan lagi tentang menurunkan stunting, tetapi menjalankan upaya-upaya pencegahan stunting itu sendiri.

"Alhamdulillah berkat kerjasama dan kerja cerdas dari semua pihak baik pemerintah, masyarakat maupun swasta pada survey kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, tingkat prevalensi stunting Kabupaten Siak berhasil diturunkan menjadi 10,40 persen atau menurun 11,60 persen dari tahun 2022," jelas Husni.

Wakil Bupati Siak sekaligus Ketua pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Siak menambahkan, dalam RPJMD Siak tahun 2021-2026, Kabupaten Siak berkomitmen menurunkan angka stunting.

Dan Kabupaten Siak menargetkan angka prevalensi stunting menjadi 13,79 persen pada tahun 2024, ini berada dibawah target nasional 14 persen dan Provinsi Riau 18 persen.

"Komitmen Pemkab Siak dalam percepatan penurunan stunting dapat dilihat dari dijadikannya isu stunting sebagai bagian dari dokumen perencanaan Pemkab Siak," sebut Husni.

"Hal ini, menandakan bahwa Pemkab Siak serius dalam menekan dan mewujudkan Kabupaten Siak mencapai zero stunting," ujarnya.

Husni menyebutkan, Pemkab Siak telah melakukan berbagai upaya dalam menurunkan angka stunting, diantaranya melakukan rembuk stunting dari tingkat kabupaten, kecamatan sampai tingkat kampung/desa.p

"Kami Pemkab Siak telah melakukan rembuk stunting dengan beberapa pihak yang langsung dipimpin Bupati Siak, dan kami telah melakukan penandatangan kesepakatan komitmen rembuk stunting, baik di kecamatan maupun kampung serta melibatkan perusahaan maupun forkopimda, kader dan masyarakat yang ada di Kabupaten Siak," ujarnya.(***)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)