PEKANBARU, datariau.com - Pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda sebagian besar wilayah Kota Pekanbaru pada Jumat malam (22/5/2026) memicu fenomena tak biasa. Sejumlah warga memilih meninggalkan rumah dan menginap di hotel demi mendapatkan kenyamanan, pendingin ruangan, akses air bersih, hingga jaringan internet untuk tetap bekerja dan berkomunikasi.
Gangguan listrik terjadi sejak sekitar pukul 18.30 WIB dan berdampak luas di berbagai kawasan Pekanbaru, mulai dari Panam, Garuda Sakti, Arifin Achmad, Simpang Tiga, Jalan Sudirman hingga pusat kota. Kondisi kota sempat gelap gulita akibat lampu penerangan jalan dan traffic light ikut padam.
Di tengah situasi tersebut, hotel-hotel di Pekanbaru dilaporkan mengalami peningkatan okupansi secara mendadak. Warga yang memiliki kemampuan finansial memilih “mengungsi sementara” ke hotel yang memiliki genset dan layanan listrik stabil.
Beberapa hotel yang ramai dipesan warga berada di koridor pusat kota dan Jalan Sudirman, seperti The Premiere Hotel Pekanbaru, Hotel Pangeran Pekanbaru, PRIME PARK Hotel & Convention Pekanbaru, BATIQA Hotel Pekanbaru, hingga hotel kawasan barat kota seperti The Zuri Pekanbaru dan FOX Hotel Pekanbaru. Sebagian besar hotel tersebut memiliki genset cadangan sehingga tetap beroperasi normal saat listrik PLN padam.
Baca juga:
Ini yang Akan Terjadi Jika Hidup Tanpa Listrik Selama 7 Hari
Meski belum semua hotel memberikan data resmi okupansi, pola lonjakan tamu saat blackout bukan hal baru di Pekanbaru. Saat blackout Sumatera pada 2024, tercatat area parkir sejumlah hotel di Jalan Sudirman dipenuhi kendaraan warga yang memilih menginap sementara selama listrik padam.
Fenomena serupa kembali ramai diperbincangkan di media sosial pada blackout terbaru. Di Instagram dan platform X, banyak warga mengunggah kondisi hotel, lobi yang lebih ramai dari biasanya, hingga cerita mencari kamar secara mendadak. Sejumlah unggahan viral juga memperlihatkan warga memilih nongkrong di kafe atau berpindah ke lokasi yang memiliki genset untuk mengisi daya ponsel dan bekerja.
Ada beberapa alasan utama masyarakat memilih menginap di hotel saat listrik padam.
Pertama, faktor kenyamanan dan suhu udara. Cuaca Pekanbaru yang panas membuat rumah tanpa kipas atau AC terasa tidak nyaman, terutama bagi keluarga dengan anak kecil dan lansia.
Kedua, kebutuhan listrik dan internet. Banyak pekerja kantoran, freelancer, hingga pelaku usaha tetap membutuhkan koneksi internet stabil dan tempat mengisi daya perangkat elektronik untuk bekerja.
Baca juga:Listrik Padam Sampai Pagi, Blackout Sumatera Terulang Kembali: Pemerintah dan PLN Didesak Lakukan Langkah Konkret
Ketiga, akses air bersih. Di sejumlah perumahan, pompa air berhenti beroperasi saat listrik padam sehingga kebutuhan mandi dan sanitasi ikut terganggu.
Keempat, keamanan dan kualitas istirahat. Sebagian warga mengaku lebih memilih hotel ketimbang bertahan di rumah yang gelap dan panas, terlebih jika pemadaman belum jelas kapan berakhir. Tren “mengungsi ke hotel” saat bencana atau gangguan utilitas juga banyak ditemukan dalam diskusi media sosial Indonesia.
Sementara itu, PLN menyebut tim teknis telah diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan sistem dan pemulihan jaringan pasca gangguan kelistrikan yang melanda sejumlah wilayah Sumatera. Listrik dilaporkan telah kembali normal secara menyeluruh pada Sabtu pagi.***
Baca juga:Blackout Sumatera: Listrik Tiba-tiba Padam Massal Sejak Maghrib hingga Pagi Hari, Pelanggan PLN Merugi