DATARIAU.COM - Kabar mengejutkan menguar dari Provinsi Sumatera Utara, tepatnya Kabupaten Langkat.
Bukan kabar baik namun sebaliknya. Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) melakukan operasi tangkap tangan (OTT).
Total tiga pejabat ditangkap guna pemeriksaan. Beredar kabar kalau OTT KPK kali ini disinyalir berkaitan pula dengan kepala daerah.
Betapa tidak, rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin pun turut digeledah.
Tribun Medan mencoba merangkum fakta-fakta sementara dari OTT KPK kali ini.
1. Tiga Pejabat Langkat di Satu Kafe di Binjai, Ini Identitas Ketiga Pejabat
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melakukan operasi tangkap tangan terhadap beberapa pejabat Pemkab Langkat, di salah satu Kafe di Kota Binjai, Rabu (19/1/2022).
Ada tiga pejabat yang ditangkap oleh KPK'
Ketiga diduga melakukan tindak pidana korupsi.
Informasi yang beredar di lapangan, tiga pejabat yang diamankan terlibat OTT oleh KPK berinisial KN, MU dan satu lagi merupakan seorang pejabat Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Langkat.
Dua unit mobil dinas plat merah Pemkab Langkat, juga sempat terlihat parkir di halaman Polres Binjai.
Seusai diamankan, ketiganya dikabarkan dititipkan sementara di Polres Binjai untuk tindak selanjutnya.
Kemudian, oleh pihak KPK, ketiganya dibawa ke Mako Brimob Polda Sumut di Jalan KH Wahid Hasim, Kota Medan.
Sejauh ini KPK juga melakukan penggeledahan di rumah Dinas Bupati Langkat.
Sejumlah personel Brimob juga terlihat berjaga tepat di rumah Bupati.
Juru Bicara KPK Ali Fikri membenarkan, adanya kegiatan OTT yang dilakukan terhadap beberapa pejabat di Pemkab Langkat.
"Ya, benar ada OTT sejumlah pihak yang diamankan," ujarnya.
Saat ini, kata dia petugas tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut di rumah bupati.
2. RUMAH Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin Digeledah KPK
Kediaman pribadi Bupati Kabupaten Langkat Terbit Rencana Peranginangin turut digeledah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Rabu (19/1/2022).
Penggeledahan ini melibatkan Brimob Polda Sumut.
Rumah bercat warna putih tertutup rapat setelah petugas masuk ke lokasi.
Tiga mobil Brimob disiagakan di depan rumah Terbit Rencana Peranginangin.
Saat Tribun-Medan.com hendak masuk, petugas langsung menutup pagar, guna melancarkan penggeledahan.
Lokasi sekitar lokasi rumah Bupati terbilang sepi, hanya beberapa kendaraan saja yang melintasi jalan tersebut.
Wakil Bupati Kabupaten Langkat Syah Afandin belum dapat memberikan komentar lebih lanjut mengenainya adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pejabat.
"Saya belum mau komentari adanya OTT ini," kata dia, melalui sambungan telepon genggam, Rabu (19/1/2022).
Saat ditanya, berapa orang pejabat yang diamankan, pria yang akrab disapa Ondim ini juga enggan berkomentar.
"Saya belum tahu," jelasnya.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini melakukan operasi tangkap tangan terhadap sejumlah pejabat di Pemkab Langkat, Rabu (19/1/2022).
Belum dapat dipastikan penangkapan pejabat Pemkab Langkat di mana.
Akan tetapi, setelah diamankan para pejabat tersebut di boyong ke Polres Kota Binjai, Jalan Sultan Hasanuddin.
"Saya lihat banyak sekali Brimob. Sewaktu saya coba tanya, katanya ada penangkapan terhadap pejabat Langkat oleh KPK," ucap seseorang yang tidak ingin identitas dipublikasikan .
Dikatakannya, setelah diamankan pejabat bersama dengan petugas KPK langsung berangkat ke Mako Brimob Polda Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Medan, guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
3. PROFIL Bupati Langkat Terbit Rencana, Punya Moto 'Hidup Hanya Sekali Berbuatlah Yang Terbaik'
Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut).
Sejumlah pejabat Langkat dikabarkan terjaring OTT dan kini telah dibawa ke Mako Brimob, Kota Medan, untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Saat ini, sejumlah personel KPK lainnya melakukan penggeledahan di rumah pribadi Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Rabu (19/1/2022).
Penggeledahan ini melibatkan Brimob Polda Sumut.
Rumah bercat warna putih tertutup rapat setelah petugas masuk ke lokasi.
Tiga mobil Brimob disiagakan di depan rumah Terbit Rencana Perangin Angin.
Saat Tribun Medan hendak masuk, petugas langsung menutup pagar.
Lokasi sekitar lokasi rumah Bupati terbilang sepi, hanya beberapa kendaraan yang melintasi jalan tersebut.
Wakil Bupati Langkat Syah Afandin belum dapat memberikan komentar lebih lanjut mengenai adanya operasi senyap oleh KPK terhadap pejabat.
"Saya belum mau komentari adanya OTT ini," kata dia, melalui sambungan telepon genggam, Rabu.
Saat ditanya, berapa orang pejabat yang diamankan, pria yang akrab disapa Ondim ini juga enggan berkomentar.
"Saya belum tahu," jelasnya.