Dua Tahun Menghilang, Alat Berat Hibah Provinsi Riau Untuk Petani Inhu Ditemukan di Galian C

1.326 view
Dua Tahun Menghilang, Alat Berat Hibah Provinsi Riau Untuk Petani Inhu Ditemukan di Galian C
Alat berat yang hilang ditemukan. (foto: heri)
INHU, datariau.com - Pada tahun 2012 silam Pemerintahan Dareah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau, mendapat hibah dua unit alat berat jenis Cobelco dari Pemerintahan Provinsi Riau untuk digunakan kepada kelompok tani. Namun sejak dua tahun ini alat berat tersebut menghilang tak tahu rimbanya.

Namun dalam investigasi yang dilakukan datariau.com pada Sabtu 17 Januari 2015 kemarin, diduga dua alat berat itu ditemukan sedang disewakan kepada kontraktor untuk tambang galian C atau pengerukan tanah di Kecamatan Seberida kabupaten Inhu. Kedua unit alat berat tersebut diduga sengaja disewakan oleh Dinas Perkebunan (Disbun) Inhu untuk kepentingan pribadi.

Pantauan di lapangan, tampak salah satu alat berat tersebut terparkir di tambang galian C di Kecamatan Seberida yang diketahui lahan itu milik Liyas. Informasi dari beberapa warga setempat, bawah sebelumnya alat di lokasi tambang galian C ini ada dua unit, yang satunya pada hari Kamis 15 Januari 2015 lalu ternyata telah diangkut ke bengkel untuk diservis. Dari informasi di lapangan juga disebut bahwa kedua alat berat ini diketahui milik salah satu Kabid di Disbun Inhu insial P.

"Mereka tidak kerja, informasinya mereka tidak miliki izin dan tidak bayar pajak galian C bang," sebut warga setempat yang meminta namanya tidak dituliskan dalam berita.

Selidik punya selidik dan beberapa informasi yang digali dari berbagai sumber terpercaya di lapangan, ternyata kedua unit alat berat jenis Cobelco yang ada di Kecamatan Seberida adalah alat berat hibah dari Provinsi Riau pada tahun 2012 silam yang telah hilang sejak lama. Padahal alat berat itu hibah provinsi untuk para petani.

Terkait hal ini Kepala Disbun Inhu Hendrizal saat dikonfirmasi melalui selulernya belum mengangkat, demikian juga SMS yang dikirim belum dibalas hingga berita ini diterbitkan. (her)
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)