INHU, datariau.com - Setelah ramai dibincangkan bahwa di Taman Wahana Wisata Belilas di Kecamatan Seberida Inhu-Riau disebut-sebut tempat prostitusi dan peredaran narkoba, dibantah oleh pihak taman.
"Sangat salah kalau disebut seperti itu, tempat ini merupakan tempat refreshing, lokasi rekresi, tempat hiburan yang kami sediakan kolam pemandian serta menyediakan fasilitas karaoke keluarga dan tempat bersantai," ungkap Yono yang akrab dipanggil Doyok, kasir Wahana Wisata Belilas, Senin (24/8/2015).
Mengenai pemberitaan bahwa segerombolan pemuda hampir ribut dengan manajemen taman karena memaksa room karaoke tutup, Doyok menjelaskan bahwa hal itu tidak benar. Tudingan bahwa sekelompok pemuda memaksa room karaoke tutup karena disebut menyediakan wanita penghibur dan narkoba, juga dibantah Doyok.
"Ceritanya begini, kemarin Minggu malam ada 5 orang pemuda menanyakan room karaoke, karena room sudah penuh salah satu pemuda inisial D marah-marah dengan menuduh kalau Wahana Wisata ini tempat mesum," ujar Doyok menjelaskan.
Diceritakan Doyok lagi, bahwa pemuda inisial D bersama 4 orang kawanya itu datang ke lokasi Wahana Wisata juga tanpa mengambil tiket masuk, pertama datang langsung menanyakan apakah ada ruangan karaoke yang kosong. "Karena room semua sudah penuh maka D marah-marah sambil berkata kotor," paparnya.
Sebelumnya, diberitakan bawah Taman Wahana Wisata Belilas disebut pemuda dan warga setempat menjadi tempat maksiat. Doyok pun menjelaskan kronologis kejadian dan apa yang ada di Taman Wisata Belilas yang sebenarnya.
"Tidak benar room yang ada di Taman Wahana Wisata ini menjadi tempat maksiat atau untuk penggunaan narkoba, kita secera tegas telah memberitahu kepada tamu yang datang untuk tidak memakai narkoba jenis apapun, di room juga kita tidak ada sediakan kamar-kamar untuk tempat maksiat sebagaimana yang ramai diberitakan," kata Doyok.
Doyok juga menuturkan bahwa tidak benar pada malam Minggu kemarin ada pemuda sebanyak 25 orang datang ke taman melakukan sweeping. "Pemuda yang datang hanya 5 orang, karena mereka tidak mendapat room maka meraka marah dan mengamuk-ngamuk tidak karuan," ulasnya.
Disinggung mengenai perizinan usaha, Doyok memastikan semua izin lengkap. "Sudah kita urus semua, bila memang tempat kita untuk tempat maksiat ataupun penggunaan narkoba kami siap mendapatka kritikan untuk perbaikan," ucapnya. (her)