Disayang Presiden Jokowi, Menteri BUMN Erick Thorir Cocok Jadi Cawapres

Hermansyah
775 view
Disayang Presiden Jokowi, Menteri BUMN Erick Thorir Cocok Jadi Cawapres
(Foto: Rakyat Merdeka). Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri BUMN, Erick Thorir di acara Hari Santri Nasional.&

JAKARTA, datariau.com - Kedekatan Erick Thohir, Menteri BUMN dengan Presiden Jokowi sudah diketahui publik. Bahkan, dibeberkan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut, Jokowi itu sangat sayang pada Erick.

Karena itu, Gus Yaqut yakin benar bila nanti Erick berpeluang jadi cawapres di Pilpres 2024. Pernyataan Gus Yaqut itu disampaikansaat memberikan sambutan di peringatan Hari Santri Nasional yang digelar di Kemayoran Jakarta Pusat, Sabtu (22/10/2022).

Dalam acara yang dihadiri ribuan santri itu, Erick juga hadir. Disebelahnya, juga ada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.

Saat memberikan sambutan, Yaqut tanpa ba bi bu, langsung memberikan pujiannya pada Erick. Dia menyebut Erick sebagai sahabat terbaiknya.

“Yang saya hormati, sahabat saya, saudara saya, Menteri BUMN Republik Indonesia, Bapak H Erick Thohir. Menteri yang menurut Lebah Begantong (grup musik) tadi itu, menteri yang di­sa­yang Presiden,” kata Gus Yaqut, disambut senyum simpul Erick, dan tamu undangan yang hadir.

Gus Yaqut adalah adik Ketua Umum PBNU Gus Yahya Staquf. Keduanya dekat dengan Erick Thohir yang juga menjadianggota Banser NU. Erick menjadi ketua panitia 100 tahun Harlah NU. Ahad (23/10/2022) pagi kemarin, Erick Thohir juga diajak turun ke lapangan oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Erick bertemu dengan ribuan Perempuan PAN. Gus Yaqut yang merupakan politisi PKB itu yakin, sahabatnya itu kelak bakal diberikan kesempatan untuk menjadi pemimpin Indonesia.

Kalau tidak menjadi capres, maka Erick dianggapnya berpeluang untuk dipinang parpol sebagai cawapres.

“Insya Allah nanti. Jika Allah menghendaki, nanti Pak Erick yang menyayangi menteri-menterinya,” celetuk Ketua Umum GP Ansor itu, dilanjuti gelak tawa Erick dan tamu undangan.

GusYaqut kemudian memotivasi para santri untuk bisa meraih cita-cita setinggi langit. Dia mencontohkan Erick, sebagai sosok nyata seorang santri yang sukses menjadi pengusaha sekaligus menteri.

“Santri itu bisa jadi apa saja. Jadi pengusaha bisa, seperti Pak Erick nih. Santri jadi pengusaha. Santri jadi menteri bisa. Pak Erick ini, santri jadi menteri. Jadi presiden bisa, insya Allah Pak Ericksabar sedikit. Minimal wakil presiden lah pak,” selorohnya, sembari tersenyum.

Setelah itu, giliran Erick yang memberikan sambutan. Dalam pidato singkatnya, Erick tidak menggubris godaan-godaan yang disampaikan Yaqut se­belumnya. Erick lebih memilih berbicarasoal santri.

Kata dia, santri harus menjadi pondasi kemajuan Indonesia, khususnya bidang ekonomi keislaman.

Dengan penduduk mayoritas Muslim, seharusnya Indonesia bisa berdaya dan menjadi kekuatan ekonomi terbesar, khususnya pada bidang industri produk halal.

Dia mengajak santri menjadi tonggak kemajuan industri halal, agar Indonesia dapat menjadi pelaku utama di pasar global.

Menurutnya, sinergi antara Pemerintah pusat, daerah, BUMN, dan swasta diperlukan guna menjadikan ekonomi keislaman sebagai bagian pondasi kemajuan Indonesia ke depan.

“Karena itu, penting sekali di era dunia yang sedang berubah saat ini, kita harus memberanikan diri, melangkah, berlari, bahkan terbang. Bagaimana kita bisa menjadi ombak, bukan penonton, tapi melakukan perubahan ekonomi Indonesia,” pesan Erick.

Seperti diketahui, dalam berbagai survei, Erick memang memiliki modal elektabilitas untuk bertarung di Pilpres 2024.

Bila untuk kelas capres, elektabilitasnya kalah tertinggal dari Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan

Namun, untuk kelas cawapres, Erick masuk papan atas bersama Ridwan Kamil dan Agus Harimurti Yudhoyono. Bahkan, dalam simulasi pasangan capres-cawapres, Erick bisa mendongkrak peluang kemenangan saat dipasangkan dengan Ganjar Pranowo maupun Prabowo Subianto.

Duet Ganjar-Erick misalnya, mampu mengalahkan Prabowo-Puan maupun Anies-AHY. Dalam survey terbaru yang dilakukan Indikator, duet Ganjar-Erick memiliki elektabilitas hampir 45 persen, yakni diangka 43.4 persen.

Angka tersebut unggul jauh dari pesaingnya yakni Prabowo-Puan dan Airlangga-Ridwan Kamil. Begitu juga ketika harus melawan pasangan Anies-Khofifah dan Prabowo, Cak Imin, duet Ganjar-Erick Thohir tetap digdaya dengan elektabilitas 36.6 persen.

Temuan yang sama juga terlihat dari survei yang dilakukan Charta Politika baru-baru ini. Dalam survei tersebut, pasangan Ganjar-Erick memperoleh elektabilitas 35,8 persen. Elektabilitas ini mengungguli pasangan lain seperti Anies-AHY dan Prabowo-Puan.

Beda lagi dengan survei yang dilakukan Indonesia Polling Stations (IPS). Kali ini, Erick dianggap paling kuat saat berpasangan dengan Prabowo. Dalam survei tersebut, duet Prabowo-Erick mendapat elektabilitas hingga 62,5 persen.

Lantas bagaimana peluang Erick sebagai cawapres seperti ramalan GusbYaqut? Direktur Eksekutif Voxpol Cen­terResearch and Consulting Pangi Syarwi Chaniago telah membaca gerak-gerik Jokowi.

Menurutnya, Erick bakal dijadikan cawapresnya Ganjar. Terlebih, hubungan keduanya dengan Jokowi semakin dipamerkan ke publik.

Memang, kedua tokoh yang digadang-gadang sebagai capres-cawapres itu, memiliki hubungan dekat dengan Jokowi dalam bentuk pemerintahan.

Seperti halnya Ganjar dengan Jokowi, kolaborasi pusat dan daerah. Keduanya sering terlihat satu panggung dalam beberapa momen.

Begitu juga Erick dengan Jokowi. Keduanya mantap di Kabinet Indonesia Maju sebagai menteri dan presiden.

Erick juga mendapat kepercayaan dari Jokowi, bahkan kerap diamanahkan melalui penugasan strategis. Bukan sebatas urusan BUMN, tetapi juga soal pemulihan ekonomi nasional dan diplomasi luar negeri.

Atas dasar inilah, Pangi melihat, Erick potensial maju bersama Ganjar.

“Sejauh yang kita cermati, lihat potensi Ganjar-Erick trennya positif, elektabilitasnya signifikan, trennya bagus. Baik dari Ganjarmaupun Erick. Dua pasangan ini, kans kemenangannya cukup tinggi,” ulasnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin bahkan menyebut siapapun capresnya, cawapresnya Erick.

Terlebih, mantan bos Inter Milan ini mulai mendekati partai-partai politik, utamanya para ketua umun parpol.

“Erick punya peluang bisa menjadi cawapres di 2024 nanti. Siapapun pasangannya. Tentu ya harus dapat dukunganparpol dan punya chemistry dengan capresnya,” pungkasnya.(***)

Sumber
: Rakyat Merdeka
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)