SMM PANEL INDO

Dari Lulusan Animasi hingga Menjadi Barber Profesional: Kisah Febri Nur Hidayanto Menemukan Jalan Masa Depan

datariau.com
146 view
Dari Lulusan Animasi hingga Menjadi Barber Profesional: Kisah Febri Nur Hidayanto Menemukan Jalan Masa Depan
Foto: Ist.
Dari Lulusan Animasi hingga Menjadi Barber Profesional, Kisah Febri Nur Hidayanto Menemukan Jalan Masa Depan.

DATARIAU.COM - Tidak semua jalan menuju masa depan terbentang lurus. Ada kalanya seseorang harus berbelok, berhenti sejenak, bahkan memulai dari sesuatu yang sama sekali tidak pernah direncanakan. Perjalanan itulah yang dilalui Febri Nur Hidayanto.

Lulusan SMK jurusan Animasi ini sempat berada dalam kebingungan setelah menyelesaikan pendidikan. Bidang yang dipelajarinya di bangku sekolah ternyata tidak mudah dilanjutkan sebagai pekerjaan. Keterbatasan biaya untuk memiliki perangkat pendukung animasi yang relatif mahal membuat Febri harus mencari pilihan lain.

Di tengah ketidakpastian itu, sebuah profesi yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan justru membuka jalan baru.

Kini, Febri bekerja sebagai junior barberman di Arfa Barber Gerai Bantul, Yogyakarta. Ia sedang menapaki proses untuk menjadi seorang barber profesional. Semua bermula dari rasa ingin tahu.

Ketika Lulusan Animasi Harus Mencari Jalan Lain


Setelah lulus SMK, Febri tidak langsung dapat meneruskan karier sesuai bidang yang dipelajarinya. Dunia animasi membutuhkan perangkat pendukung yang tidak murah, sementara kondisi yang dihadapinya membuat pilihan tersebut sulit diwujudkan.

Febri pun sempat bingung. Ia menyadari bahwa ijazah saja belum cukup untuk membawanya memasuki dunia kerja. Ia membutuhkan keterampilan praktis yang bisa dipelajari dan digunakan secara langsung.

Pada saat itulah ia melihat seorang teman yang lebih dahulu bekerja sebagai barber. Dari sana, ketertarikan kecil mulai tumbuh.

Baca juga:Pelatihan Barista Institut Kemandirian, Bekali Generasi Muda Jadi Profesional dan Siap Berwirausaha


Profesi barber yang awalnya hanya ia lihat sebagai pekerjaan memotong rambut perlahan membuatnya penasaran. Ia mulai mencari tahu dan kemudian mendapatkan informasi mengenai Pelatihan Barber Satelit Yogyakarta Program Paradaya Movement 1.0 yang diselenggarakan Institut Kemandirian.

Kesempatan itu tidak disia-siakannya. Febri memilih mencoba. Keputusan sederhana tersebut ternyata menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan hidupnya.

Dari Sekadar Mencoba, Berubah Menjadi Pilihan Karier


Pada awal mengikuti pelatihan, Febri tidak memiliki bayangan bahwa barber akan menjadi profesi yang benar-benar ia tekuni. Tujuannya sederhana: menambah keterampilan. Namun, proses belajar membuat pandangannya berubah.

Hari demi hari, ia mulai memahami bahwa menjadi barber bukan sekadar bagaimana menggunakan alat cukur atau menghasilkan potongan rambut yang rapi. Di balik pekerjaan tersebut terdapat keterampilan teknis, ketelitian, pelayanan, komunikasi, sekaligus kemampuan membangun kepercayaan pelanggan.

Baca juga:Dari Kehilangan Menjadi Kekuatan: Kisah Prof. Zulys Mengajarkan Arti Menjadi "Intan" bagi Anak-anak Yatim


Seorang barber tidak hanya mengubah penampilan seseorang. Ia juga dapat membantu pelanggan merasa lebih percaya diri. Pemahaman itulah yang membuat Febri semakin menikmati proses belajar. Dari sekadar mencoba, ia mulai serius berlatih.

Ia terus mengasah kemampuan teknis, belajar memberikan pelayanan yang baik, dan berusaha memahami keinginan setiap pelanggan. Semakin dipelajari, semakin ia yakin bahwa profesi ini bisa menjadi jalan masa depannya.

Ketangguhan yang Tumbuh dari Perjalanan Hidup


Di balik langkah Febri menjadi seorang barber, terdapat perjalanan hidup yang tidak selalu mudah. Sejak berusia satu tahun, ia telah kehilangan sosok ibu.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk dirinya. Ia belajar menghadapi keadaan dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih tangguh, mandiri, serta tidak mudah menyerah.

Ketika kemudian dihadapkan pada keterbatasan setelah lulus sekolah, Febri memilih untuk tidak berhenti terlalu lama dalam kebingungan.

Baca juga:Dari Santri Menjadi Pemilik Dua Bengkel: Jalan Panjang Agus Rifai Menjemput Kemandirian


Ia mencari jalan. Dan ketika sebuah kesempatan datang, ia memilih untuk mengambilnya. Kini, kesempatan itu telah membawanya ke lingkungan kerja nyata.

Setelah menyelesaikan pelatihan, Febri berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai junior barberman di Arfa Barber Gerai Bantul.

Posisi tersebut bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari target yang lebih besar.

Ia masih terus belajar dan mengembangkan kemampuan, baik dari sisi teknik barber maupun pelayanan kepada pelanggan.

Targetnya jelas: menjadi barber profesional dengan kemampuan yang semakin tinggi dan mampu memberikan hasil terbaik dalam setiap pekerjaan.

Kesempatan yang Tidak Boleh Dilewatkan


Dari perjalanan yang telah dilaluinya, Febri memiliki pesan sederhana untuk anak muda Indonesia.

Menurutnya, kesempatan merupakan sesuatu yang sangat berharga. Karena itu, ketika peluang datang, seseorang harus memiliki keberanian untuk mengambilnya.

Febri percaya bahwa keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh bakat.

Keberhasilan juga membutuhkan keberanian untuk memulai, kemauan untuk belajar, disiplin dalam mengembangkan kemampuan, serta konsistensi dalam menjalani proses.

Baca juga:Kolaborasi Dompet Dhuafa dan Audy Dental, Pelatihan Menjahit-Barber Cetak Wirausahawan Baru


Baginya, tidak ada yang tahu ke mana sebuah langkah kecil akan membawa seseorang.

Ia sendiri mungkin tidak pernah membayangkan bahwa seorang lulusan SMK Animasi akhirnya akan menemukan jalan karier sebagai barber. Namun, semuanya berubah ketika ia berani mencoba.

Grow With Us, Ketika Kesempatan Menjadi Awal Perubahan


Kisah Febri Nur Hidayanto menjadi gambaran bahwa perubahan besar dalam hidup terkadang dimulai dari keputusan yang sederhana. Berani mencoba. Berani belajar. Dan berani memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk berkembang.

Melalui Pelatihan Barber Satelit Yogyakarta Program Paradaya Movement 1.0, Institut Kemandirian menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk memperoleh keterampilan yang dapat menjadi bekal memasuki dunia kerja.

Semangat "Grow With Us" yang diusung Institut Kemandirian bukan sekadar slogan. Semangat tersebut menggambarkan keyakinan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk tumbuh ketika mendapatkan kesempatan, keterampilan, dan dukungan untuk terus belajar.

Baca juga:Sekolah Gratis SMART Ekselensia Wisuda 21 Lulusan Angkatan Ke-17, 6 Siswa Tembus PTN Bergengsi


Febri adalah salah satu buktinya. Dari kebingungan setelah lulus sekolah, ia menemukan jalan baru. Dari sekadar mencoba, ia menemukan minat. Dari belajar memotong rambut, ia mulai membangun profesi.

Perjalanannya belum selesai. Namun satu hal telah ia buktikan: masa depan tidak selalu ditentukan oleh dari mana seseorang memulai, tetapi oleh keberanian untuk mengambil langkah berikutnya.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)